MADIUN-Sejumlah mahasiswa universitas PGRI Madiun jurusan Tehnik Informatika menawarkan sejumlah software kepada Pemkot Madiun, sebagai salah satu wujud pengabdian pengisi mereka.

Kasie Layanan Aplikasi dan Tata Kelola Pemerintahan Elektronik, Noor Aflah mengatakan, kali ini pihaknya menerima kunjungan dari 18 orang mahasiswa Unipma yang terbagi menjadi sembilan kelompok. Mereka mengajukan sejumlah aplikasi perangkat lunak buatan sendiri.

“Jadi mereka saat ini masih mempresentasikan software buatan sendiri. Software tersebut berisikan sejumlah aplikasi yang bisa digunakan untuk dinas,” ujarnya saat menenerima kunjungan para mahasiswa tersebut.

Baca juga:   Siswa TK Belajar Mengenal Pemadam Kebakaran

Diantara software yang diajukan oleh mahasiswa tersebut adalah software tentang pengisian lowongan kerja yang mencakup pengurusan kartu kuning. Software pengurusan ijin keramaian dan maskih ada sejumlah software lainnya.

“Saya memilih membuat software pencarian kartu kuning, karena saat ini banyak orang yang harus berulang kali ke dinas (Disnaker) hanya untuk mencari kartu kuning. Nah dengan adanya software ini bisa mengurangi bolak baliknya mereka,” kata salah satu mahasiswa, Malik Ibrahim.