MADIUN – Jalan umum di Kota Madiun bakal lebih terang ke depan. Sebab, lampu penerangan jalan umum (PJU) di kota Pecel perlahan bakal berganti lampu hemat energi light emitting diode (LED). Lampu jenis ini terbukti lebih terang dan hemat listrik dibanding lampu mercury.

‘’Prinsipnya terang tetapi efisien. Lampu LED kami rasa paling mewakili keduanya,’’ kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto, Jumat (3/11)

Setidaknya terdapat 530 buah lampu LED tahun ini. Anggarannya mencapai Rp 3,7 miliar. Soeko menyebut separo lebih sudah terpasang. Titiknya menyebar. Mulai perempatan, jalan kategori rawan, hingga jalur padat. Jalur-jalur tersebut sengaja menjadi prioritas. Soeko tak membantah sebagian besar PJU masih menggunakan lampu mercury. Penggantian dilakukan secara perlahan mulai 2012 silam.

‘’Pemasangan (lampu LED) memang belum menyeluruh. Ada prioritas penggantian. Selain jalur rawan juga penggantian lampu yang telah rusak,’’ ujarnya.

Selain itu, pihaknya mendapat tambahan 430 lampu LED lain dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT). Besarannya, mencapai Rp 1,4 miliar. Namun, masih dalam proses. Sebab, anggaran DBHCHT baru turun di APBD perubahan. Artinya, terdapat sekitar 960 lampu LED yang dipasang di tahun ini.

Baca juga:   Pastikan Hewan Kurban Aman, Disperta KP Periksa Ternak

‘’Dana DBHCHT dapat dipergunakan untuk kegiatan umum. Makanya, langsung kami alokasikan untuk pengadaan lampu hemat energi,’’ terangnya.

Pemasangan lampu memang dikerjakan pihaknya langsung. Artinya, tidak melalui rekanan. Lebih efisien. Sebab, lampu dibeli langsung melalui e-katalog. Pemasangan cukup dilakukan oleh petugas dinas. Pemasangan melibatkan 17 petugas. Penerangan jalan dirasa cukup penting. Apalagi jalan di Kota Madiun sudah cukup padat kendaraan. Soeko berharap masyarakat aktif melapor. Mulai lampu padam maupun gangguan lain. Laporan dapat dikirim ke nomor 0852 3530 9030.

‘’Setiap laporan bakal kami tindaklanjuti,’’ tegasnya sembari menyebut laporan lebih efektif melalui pesan singkat.

Satu lagi guys, sudah tahu kan salah satu manfaat dari dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT). Bisa dipergunakan untuk pengadaan lampu penerangan jalan umum. DBHCHT memang dikembalikan untuk keperluan masyarakat melalui organisasi perangkat daerah (OPD) pemerintah daerah. Makanya, jangan beli rokok illegal ya guys. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai, berpita cukai palsu atau berpita cukai rokok lain. Karena penjualan rokok ilegal tidak masuk DBHCHT yang dananya kembali untuk masyarakat.