MADIUN – Ada-ada saja yang dilakukan Prasti untuk mendapatkan sepeda dari Presiden Joko Widodo. Warga Kelurahan Demangan, Kota Madiun itu nekat curhat soal harga shampoo kepada sang presiden. Uniknya, jurus tersebut cukup ampuh kendati harus menjawab pertanyaan Presiden ke-7 itu terlebih dahulu. Sepeda pun di dapat.

”Sekarang harga-harga mahal pak. Uang seratus ribu tidak ada harganya kalau dibelanjakan barang-barang,” kata Prasti yang berkesempatan maju ke depan saat penyerahan sertifikat tanah oleh Presiden Jokowi di Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Madiun, Senin (6/11).

Tak heran, curhatan Prasti langsung mengundang tawa hadirin. Prasti langsung bercerita soal harga-harga tersebut sebelum Jokowi memberikan pertanyaan. Mahalnya harga barang-barang memang menjadi masalah Prasti yang memiliki toko kelontong di rumah. Gelak tawa hadirin kembali mengemuka begitu Prasti meminta sepeda diakhir curhatannya. Cerita itu ternyata hanya menjadikan alasan agar hati Jokowi luluh.

”Harga barang-barang sekarang mahal, jadi saya boleh dapat sepedanya ya pak,” ungkapnya.

Hadiah sepeda dari Presiden Joko Widodo memang terbukti menarik perhatian masyarakat. Mereka mengeluarkan jurus masing-masing demi sepedanya. Bukan hanya Prasti, hal serupa juga dilakukan empat orang lain yang berkesempatan maju. Mulai cerita soal hasil pertanian yang digarap hingga terang-terangan meminta langsung.

Baca juga:   Pemkot Madiun Bantu Korban Kebakaran

Kejadian menggelitik itu bermula saat Presiden yang dilantik 20 Oktober 2014 tersebut meminta lima orang dari hadirin untuk maju. Mereka merupakan perwakilan dari Kabupaten Ngawi, Magetan, Ponorogo, Madiun, dan Kota Madiun. Satu persatu ditanyai terlebih dahulu. Mulai menghafal Pancasila, menyebutkan lima suku bangsa, hingga lima pulau yang dimiliki Indonesia. Lucunya, beberapa dari mereka bercerita tentang masalah pribadi sebelum pertanyaan Jokowi mengemuka. Termasuk Prasti dan yang lain.

Seperti yang dilakukan Sunarti. Warga Magetan itu bercerita soal pertanian melon yang digarapnya. Sunarti menyebut kerugian bisa berlipat berkali-kali dari modal ketika gagal panen. Nah, Sunarti menyebut pertanian melonnya terancam gagal panen tahun ini. Sebab, hujan mulai turun lebat akhir-akhir ini. Sedangkan, tanaman melon tak kuat dengan intensitas hujan tinggi. Namun, cerita itu hanya untuk meluluhkan hati presiden agar memberikan sepeda.

”Sekarang ini panen melon sedang tidak baik pak karena hujan. Jadi saya bias dapat sepeda ya,” ujarnya.
Namun, hadiah sepeda tidak langsung diberikan. Mereka tetap diminta menjawab pertanyaan sang presiden. Beberapa di antaranya menjawab dengan lancar. Namun, ada pula yang terbata-bata. Kendati begitu, Presiden Jokowi tetap memberikan hadiah sepeda bagi kelimanya.