Pita Cukai Rokok Kamu Asli? Begini Cara Mengenalinya

Di Posting Oleh madiuntoday

23 November 2017

MADIUN – Pita cukai rokok sering dipalsukan. Tentu agar rokok yang dijual tidak perlu membayar cukai asli dari Kantor Bea Cukai setempat. Tujuannya, meraup keuntungan maksimal. Padahal, memperjualbelikan rokok tanpa pita cukai alias polos, berpita cukai palsu, atau berpita cukai rokok lain menyalahi aturan. Bahkan, mereka yang mengetahui namun tidak melapor juga terancam pidana. Tak heran, pendeteksian pita rokok penting bagi masyarakat.

Pelaksana Pemeriksa Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Madiun Jaelani menyebut empat cara mudah yang dapat dilakukan masyarakat untuk mendeteksi pita cukai. Mulai secara kasat mata, kaca pembesar, sinar ultra violet, dan jarum pentul.

‘’Pitai cukai didesain sedemikian rupa agar tidak mudah ditiru tetapi mudah dideteksi,’’ kata Jaelani saat Pengenalan dan Pendeteksian Pita Cukai Bagi Pengguna Hasil Tembakau di Kecamatan Manguharjo, Kamis (23/11).

Pitai cukai asli, kata dia, dapat dideteksi secara kasat mata. Kertas, hologram, dan cetakannya memiliki ciri tertentu. Kertas pita cukai rokok asli 2017 berwarna dasar merah muda. Baik bagian depan maupun belakang. Warna dasar kertas sengaja diubah setiap tahun. Jaelani menyebut warna dasar kertas cukai rokok asli 2016 berwarna biru. Selain itu, pita cukai rokok juga memiliki serat berwarna merah marun seperti cacing dan watermark. Jika diterawang terdapat gambar anyaman.

‘’Sedang, hologram berwarna dasar kuning muda dan cetakannya jelas dan tajam,’’ jelasnya.

Jika masih ragu, pita cukai dapat dilihat dengan kaca pembesar. Serat pada kertas bakal terlihat lebih jelas. Sedang pada hologramnya terdapat tulisan Indonesia dan lambang bintang serta tahun. Cetakan juga terlihat lebih jelas dan tajam. Cetakan pita cukai palsu biasanya kabur tidak jelas. Pendeteksian, lanjutnya, juga dapat menggunakan sinar ultra violet (UV). Serat kertas pita cukai rokok asli memiliki tiga warna jika disorot lampu UV. Sedang, pada hologramnya bakal muncul warna tersembunyi. Warna ini tidak terlihat secara kasat mata.

‘’Warna pada nominal dan kode angka juga akan berubah warna jika dilihat dengan sinar UV,’’ jelasnya sembari menyebut serat dapat dilepas menggunakan jarum.

Jaelani menyebut pemalsuan pita cukai sudah semakin cangging kini. Bahkan, nyaris sama dengan aslinya. Masyarakat diminta melaporkan ke kantor bea dan cukai jika mendapati pita terlihat asli namun mencurigakan. Pengujian bakal dilakukan menggunakan cairan khusus. Namun, hanya bisa dilakukan di kantor. Pihaknya juga akan memeriksakan pita ke kantor pusat jika keaslian masih diragukan.

‘’Masyarakat harus tahu. Karena mengetahui saja tetapi tidak melaporkan juga bisa terancam pidana,’’ ungkapnya.

Jaelani menyebut ada beberapa pasal yang dapat digunakan untuk menjerat. Mulai pasal 50, 54, 55 UU Cukai dengan ancaman hukuman pidana minimal satu tahun dan maksimal delapan tahun serta denda minimal dua kali harga cukai terkait hingga sepuluh kali lipatnya.

‘’Penghasilan cukai merupakan salah satu sumber pendapatan negara. Peruntukannya juga dikembalikan untuk masyarakat. Penyalahgunaan cukai merugikan negara dan masyarakat untuk berbagai pembangunan hingga kesehatan. Makanya sanksi tegas bagi yang melanggar,’’ pungkasnya sembari menyebut laporan cukup melalui via telepon atau pesan singkat dinomor 085755840500 atau 0351 462745. (agi/diskominfo)

 

Artikel Terkait

Sensus Penduduk Online Diperpanjang Hingga 29 Mei 2020

Sensus Penduduk Online Diperpanjang Hingga 29 Mei 2020

MADIUN – Sensus penduduk online yang sejatinya ditutup pada 31 Maret 2020 pukul 00:00 resmi diundur. Badan Pusat Statistik (BPS) memutuskan bahwa sensus penduduk online masih dapat diakses hingga 29 Mei 2020. Pengunduran penutupan SP online ini berdasarkan SK Kepala...

Don`t copy text!