MADIUN – Mau liburan dengan naik kereta api? Gak perlu khawatir, PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) sudah menyiapkan 52 perjalanan KA untuk mengangkut para calon penggunanya. Bahkan seluruh pegawainya harus tetap masuk dan berdinas.

Humas PT KAI Daops 7 Supriyanto mengatakan, untuk menyambut masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2017/2018, PT KAI telah menyiapkan sarana, prasarana, dan SDM untuk mendukung kelancaran pelaksanaan angkutan Nataru seperti tahun-tahun sebelumnya.

Tahun ini, masa angkutan Nataru ditetapkan selama 17 hari yakni mulai tanggal 20 Desember 2017 hingga 7 Januari 2018. “Selama masa angkutan tersebut, seluruh pegawai PT KAI dimaksimalkan untuk membantu kelancaran pelayanan di stasiun-stasiun dan tidak diperkenankan mengambil cuti tahunan,” kata Supriyanto.

Sementara untuk jumlah KA, tahun ini KAI Daop 7 Madiun menyiapkan 42 perjalanan KA reguler dan 10 perjalanan KA tambahan untuk melayani masyarakat yang ingin mengunakan jasa KA pada masa liburan akhir tahun kali ini. Sehingga total jumlah KA yang siap melayani masyarakat pada masa angkutan Nataru kali ini adalah 52 perjalanan KA.

KA tambahan yang akan melayani penguna jasa KA pada masa angkutan Nataru 2017/2018 Daerah Operasi 7 Madiun tersebut adalah KA Gajayana Tambahan rute Gambir-Malang, Sancaka Tambahan rute Yogyakarta-Surabaya Gubeng, Brantas Tambahan rute Pasar Senen-Blitar, Pasundan Tambahan rute Kiaracondong-Surabaya Gubeng, Matarmaja Tambahan rute Paser Senen-Malang.

Baca juga:   Arah Pengembangan Kota Madiun

“Khusus KA Brantas dan Matarmaja Tambahan, operasional akan dimulai sejak 15 Desember 2017. Peningkatan volume penumpang selama 17 hari masa angkutan tersebut diprediksi sebesar 4 persen dibanding masa angkutan Nataru tahun lalu,” ungkap Supriyanto.

Masyarakat yang ingin mendapatkan tiket KA tambahan dapat melakukan pembelian di seluruh chanel resmi penjualan tiket kereta api mulai 1 November 2017.

“Selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2017/2018, PT KAI Daop 7 Madiun menyediakan 30.068 seat perhari atau 51.156 total seat selama 17 hari masa angkutan Nataru untuk KA reguler dan tambahan.

Satu lagi, hindari membeli rokok ilegal. Rokok ilegal adalah rokok tanpa pita cukai, dipasangi pita cukai palsu atau berpita cukai yang bukan peruntukannya. Perlu diketahui, sebagian cukai yang terbayar dananya akan kembali ke daerah-daerah dengan nama Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT).

DBH-CHT bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan meningkatkan fasilitas kesehatan masyarakat sampai meningkatkan keterampilan kerja masyarakat dan untuk pembangunan infrastruktur.