MADIUN – Tidak perlu terkejut kalau dalam Desember ini akan ada sebuah papan raksasa yang bisa menampilkan gambar bergerak di depan atau selatan Alun-Alun Kota Madiun. Pemerintah Kota Madiun memang sedang membangun sebuah videotron di titik tersebut.

“Nantinya berbagai hal bisa disosialisasikan, diterangkan, lewat videotron tersebut,” ungkap Kasie Layanan Aplikasi dan Tata Kelola Pemerintahan Elektronik Diskominfo Kota Madiun, Noor Aflah, Jumat (8/12/2017).

Noor Aflah menjelaskan, vidotron yang saat ini sedang dalam pembangunan tersebut berukuran 5 meter x 10 meter dengan ketinggian 5,5 meter dari tanah. Videotron nantinya menghadap ke utara sehingga bisa terlihat dengan jelas oleh warga yang melintas dari arah barat atau jembatan Madiun alias jembatan Mangu.

“Kalau dari sisi konten atau isi yang diputar di sana nantinya bermacam-macam. Yang jelas berupa himbauan, ajakan , sosialisasi dan penyuluhan dari pemerintah. Bisa dari Pemkot Madiun, bisa juga dari kejaksaan atau kepolisian, tapi yang utama nantinya tentang sosialisasi berbagai ketentuan cukai tembakau,” ungkap Noor Aflah.

Baca juga:   Gak Cuma Silat dan Pecel

Sesuai rencana, pengerjaan pembangunan videotron bernilai sekitar Rp2,4 miliar ini akan selesai pada tanggal 25 Desember nanti. Di awal 2018, perangkat ini sudah akan bisa beroperasi dan akan menyampaikan berbagai pesan kepada masyarakat.

“Operatornya ya di kami, Diskominfo Kota Madiun,” ujar Noor Aflah. Dikatakannya, sejauh in belum ada wacana mengkomersilkan videotron tersebut.

Satu lagi guys, hindari membeli rokok ilegal. Rokok ilegal adalah rokok tanpa pita cukai, dipasangi pita cukai palsu atau berpita cukai yang bukan peruntukannya. Perlu diketahui, sebagian cukai yang terbayar ke negara dananya akan kembali ke daerah-daerah dengan nama Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT).

DBH-CHT bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan meningkatkan fasilitas kesehatan masyarakat sampai meningkatkan keterampilan kerja masyarakat dan untuk pembangunan infrastruktur.