MADIUN – Pembangunan fisik atau infrastruktur di Kota Madiun akan diturunkan tensinya pada 2018 mendatang. Dana yang ada akan dialihkan untuk melaksanakan berbagai program non fisik yang diperlukan oleh masyarakat Kota Madiun.

Sekretaris Daerah Kota Madiun Maidi di sela Forum Kehumasan Pemkot Madiun di Ruang Bima Hotel Aston Madiun Rabu (27/12/2017) mengatakan, di 2018 mendatang terdapat dana sebesar Rp617,90 mililar hasil pendataan Musrenbang 2018 yang dilaksanakan 2017 ini. Dari ketiga kecamatan yang ada, kegiatan non fisik mencapai 825 kegiatan dengan anggaran sebesar Rp369,8 miliar. Sedangkan kegiatan fisik atau pembuatan bangunan , jalan atau sejenisnya mencapai 103 kegiatan dengan dana Rp254,3 miliar.

Jumlah tersebut di bawah jumlah kegiatan pada 2017. Yaitu terdapat kegiatan non fisik sebanyak 986 kegiatan dengan dana sebesar Rp587,1 miliar. Rinciannya, sebesar Rp363,5 untuk 860 kegiatan non fisik dan hanya Rp217,3 miliar untuk 126 kegiatan fisik.

“Kalau fisik (kegiatan pembangunan infrastruktur dll) itu kan selalu ada dari tahun ke tahun. Kita sudah punya stadion, sudah punya ini itu bangunan yang penting. Kalau kebutuhan fisik sudah terpenuhi maka harus ada pengalihan. Besarnya (pengalihan) dan ke mana pengalihan akan menyesuaikan kebutuhan yang diusulkan melalui Musrenbang,” ujar Sekda Maidi.

Ia mencontohkan, hingga akhir 2017 sudah cukup banyak proyek infrastruktur yang sudah selesai atau hampir selesai dilaksanakan. Dengan demikian dana daerah tidak perlu dialokasikan ke pembangunan fisik lagi. Ia menyebut pemasangan sheet pile di sejumlah sungai di Kota Madiun, perbaikan sekolah dan pembangunan gedung baru DPRD Kota Madiun sebagai contoh kegiatan fisik yang sudah hampir selesai sehingga tidak butuh banyak anggaran.

Baca juga:   Berkonsep Joglo Hingga Ramah Difabel, Gedung Baru Dewan Makin Nyaman Untuk Rakyat

“Tahun ini memang saatnya turun. Nah, nanti mungkin di 2019 baru akan muncul sejumlah usulan untuk pembuatan infrastruktur yang bisa dipakai dalam jangka panjang, yaitu 10 sampai 20 tahun lagi. Misalnya untuk membangkitkan ekonomi masyarakat seperti sentra PKL, misalnya. Kan Kota Madiun ini butuh meningkatkan kapasitas sebagai kota jasa dan perdagangan karena tidak punya sumber daya alam yang besar,” ungkapnya.

Ya memang pembangunan tidak hanya soal fisik saja kan, guys. Pembangunan non fisik seperti keterampilan warga juga penting untuk dilaksanakan.

Satu lagi guys, hindari membeli rokok ilegal. Rokok ilegal adalah rokok tanpa pita cukai, dipasangi pita cukai palsu atau berpita cukai yang bukan peruntukannya.

Cukai adalah pungutan negara untuk barang-barang tertentu yang memiliki dampak negatif bagi kehidupan. Perlu diketahui, sebagian cukai yang terbayar dananya akan kembali ke daerah-daerah dengan nama Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT).


DBH-CHT bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan meningkatkan fasilitas kesehatan masyarakat sampai meningkatkan keterampilan kerja masyarakat dan untuk pembangunan infrastruktur. (wshendro,dey/diskominfo)