MADIUN – Pelanggaran terhadap barang wajib cukai di eks karisidenan Madiun terbukti cukup besar. Petugas kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Madiun berhasil mengamankan ribuan bungkus hasil tembakau dan ribuan liter minuman beralkohol illegal. Lima pelaku berhasil diamankan dari tangkapan sejumlah barang bukti hasil operasi Ampadan II sejak Oktober lalu tersebut.

‘’Pelanggaran atas barang wajib cukai yang berhasil kami amankan beragam. Mulai tanpa dilekati pita cukai atau menggunakan pita cukai palsu,’’ kata Kepala Seksi Penindakan dan Penyelidikan Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Madiun Juni Pudji Kurniawan saat press release, Jumat (29/12).

Sebanyak delapan ribu bungkus hasil tembakau dan tujuh ribu liter minuman beralkohol illegal ditunjukkan saat press release. Selain tanpa dilekati pita cukai dan menggunakan cukai palsu, sejumlah barang tersebut dilekati pita cukai asli tetapi tidak sesuai dengan peruntukannya hingga pita cukai yang bukan haknya. Ribuan barang illegal merupakan hasil operasi dari lima daerah di bawah Kantor Bea Cukai Madiun. Mulai Kota/Kabupaten Madiun, Ngawi, Ponorogo, dan Pacitan. Sedang, lima pelaku yang berhasil diamankan di Kota Madiun dan Ponorogo.

‘’Cukai merupakan salah satu sumber pemasukan negara. Tanpa membayar cukai berarti merugikan negara dan merupakan pelanggaran. Ini merupakan tindak tegas kami dalam rangka memberantas pelanggaran atas barang wajib cukai,’’ terangnya sembari menyebut kebanyakan barang hasil tembakau illegal yang diamankan merupakan kiriman dari luar kota.

Begitu juga dengan ribuan liter minuman beralkohol yang berhasil diamankan. Penangkapan ribuan liter minuman beralkohol beragam. Mulai saat pendistribusian yang tanpa dilengkapo ketentuan dokumen hingga gelaran operasi dari sejumlah tempat hiburan malam. Juni menyebut ada ratusan tempat hiburan malam di lima daerah. Hanya 16 di antaranya yang mengantongi ijin penjualan minuman beralkohol tersebut. Operasi, lanjutnya, bakal terus dilakukan untuk menekan peredaran barang wajib cukai itu.

‘’Barang-barang ini kami dapat mulai dari pengecer kecil hingga distributor besar. Ini masih kami kembangkan untuk mencari oknum utama dibalik peredaran barang wajib cukai illegal ini,’’ ungkapnya.

Baca juga:   Tak Temukan Pelanggar, Denpom Sebut Anggota Cukup Disiplin

Kepala Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Madiun Gatot Priyo Waspodo menyebut kerugian negara mencapai Rp 400 juta lebih dari barang bukti yang diamankan tersebut. Pihaknya getol menekan sekaligus memberantas barang kena cukai illegal. Peredaran barang kena cukai illegal di wilayah hukumnya diharap tidak lebih dari lima persen tahun ini. Barang wajib cukai, kata dia, wajib diawasi peredarannya. Sebab, berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi berlebih. Pemerintah terus berupaya mengendalikan peredaran dan produksinya dengan mengenakan cukai.

‘’Kami terus berupaya memberantas peredaran barang wajib cukai illegal. Mulai dengan tindak tegas dan langkah sosialisasi. Salah satunya dengan menggandeng pemerintah daerah terkait,’’ ungkapnya sembari menyebut sebagian hasil cukai dikembalikan kepada masyarakat melalui pemerintah daerah.

Nah itu guys, jangan coba-coba memproduksi, menawarkan atau menjual barang wajib cukai illegal. Sudah pasti bakal berurusan dengan petugas. Ancamannya juga tak main-main. Pelanggaran atas barang wajib cukai terancam hukuman minimal satu tahun dan maksimal lima tahun penjara guys. Itu belum termasuk dendanya ya. So, lebih baik jadi orang bijak dengan taat pajak dan cukai. (agi/diskominfo)