MADIUN – Bulog akan mengubah cara operasi pasar agar bisa segera menekan tingginya harga beras yang berlaku beberapa bulan terakhir. Yaitu dengan menggandeng mitra Bulog, para grosir beras untuk terlibat operasi pasar ini.

Kepala Subdivre Madiun Bulog Heriswan mengatakan, saat ini telah muncul instruksi dari Kementerian Perdagangan untuk melakukan operasi pasar (OP) dengan cara baru. Bulog diminta bekerja sama dengan para pedagang besar atau para grosir beras di daerah-daerah untuk bisa menyerap beras dari Bulog dan menyalurkan ke pasar dengan harga yang telah ditentukan.

“Pedagang besar nantinya menebus ke Bulog dan merekalah yang nantinya akan membanjiri pasar dengan barang dari kami,” ungkap Heriswan, Kamis (4/1/2017).

Dengan begitu, dalam OP yang dilaksanakan, beras tidak langsung menuju ke konsumen seperti yang selama ini terjadi. Beras akan berhenti dulu di pedagang besar dan pedagang ini yang akan terus mendistribusikan beras OP ke pedagang yang lebih kecil atau kios-kios dengan harga yang telah ditentukan.

“Nantinya akan ada harga patokan atau HET (Harga Eceran Tertinggi) yaitu sebesar Rp9.450 per kilogram dengan kualitas beras medium. Harga ini akan ditulis di spanduk-spanduk yang dibuat untuk OP ini dan terpasang di kios-kios penyalur,” ungkap Heriswan.

OP sendiri sudah diperintahkan sejak Oktober lalu, namun di wilayah Madiun dan sekitarnya baru dilaksanakan pada November dan Desember tahun lalu. Hal ini karena permintaan untuk OP belum muncul dari pemda-pemda di wilayah kerja Bulog Subdivre Madiun.

Baca juga:   Peringati Hari Disabilitas Internasional, SLB Dharma Wanita Belajar Pesawat Tempur

Akhir Desember lalu, instruksi menggandeng pedagang besar ini muncul. “Untuk wilayah kita belum semua terlaksana, kita masih berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan di kabupaten/kota. Mereka yan akan menunjuk pedagang besar yang bisa menjadi mitra OP tersebut sampai ke pasar-pasar. Baru Kabupaten Ngawi yang sudah melaksanakan. Kota Madiun dan Kabupaten Madiun masih kita koordinasikan,” ujar Heriswan.

Budi, salah satu pedagang beras di Pasar Besar Madiun mengatakan, saat ini harga beras masih cukup tinggi. Kisarannya Rp11 ribu sampai Rp12 ribu per kilogram untuk jenis medium. “Memang sudah ada OP beberapa waktu ini. Tapi ya tidak terasa buat pembeli. Harganya masih tinggi saja, ya karena memang kita dapatnya tinggi makanya pembeli dapatnya juga tinggi,” ujar Budi.

Satu lagi guys, hindari membeli rokok ilegal. Rokok ilegal adalah rokok tanpa pita cukai, dipasangi pita cukai palsu atau berpita cukai yang bukan peruntukannya.

Cukai adalah pungutan negara untuk barang-barang tertentu yang memiliki dampak negatif bagi kehidupan. Perlu diketahui, sebagian cukai yang terbayar dananya akan kembali ke daerah-daerah dengan nama Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT).

DBH-CHT bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan meningkatkan fasilitas kesehatan masyarakat sampai meningkatkan keterampilan kerja masyarakat dan untuk pembangunan infrastruktur.
(dey/diskominfo)