MADIUN – Belum ada cerita pesta minuman keras (miras) berakhir bahagia. Sebaliknya, kerapkali berujung perkara. Hanya gara-gara ditegur, tiga pemuda warga kabupaten tetangga ini nekat mengancam penjaga salah satu minimarket di Kota Madiun dengan menggunakan pedang dan sabit. Akibatnya aksi sok jagoan ini, mereka terpaksa berurusan dengan petugas kepolisian dan terancam hukuman maksimal sembilan tahun penjara.

Ceritanya begini. Sandi, Yusak, dan Mualif yang sudah terpengaruh minuman keras berniat membeli makanan di salah satu minimarker di Jalan Letkol Suwarno, Kelurahan/Kecamatan Kartoharjo, Minggu (14/1) sekitar pulul 04.00. Tiga pemuda masing-masing warga Kecematan Geger dan Wungu Kabupaten Madiun ini memang mengelar pesta miras tak jauh dari lokasi. Masalah mengemuka saat mereka tidak membawa uang sebanyak makanan yang dibeli. Tak heran, penjaga minimarket langsung menegur.

‘’Ketiga terlapor yang tidak diterima ditegur kembali ke minimarket dengan membawa senjata tajam beberapa menit setelahnya,’’ kata Kasat Reskrim Polresta Madiun AKP Logos Bintoro saat press release, Senin (15/1).

Ulah ketiga terlapor memang cukup kelewatan. Ketiganya mengambil makanan sejumlah Rp 20 ribu. Namun, uang yang diberikan kepada kasir hanya Rp 6 ribu. Tak heran, penjaga menegur kendati akhirnya memberikan makanan yang diambil. Ketiga terlapor yang sudah pergi ini kembali dan malah menantang penjaga dengan membawa pedang dan sabit. Keadaan tak seimbang memaksa penjaga kooperatif dan menuruti permintaan ketiganya.

Baca juga:   Rekayasa Pelayanan PT KAI, Penumpang KA Ekonomi Bisa Naik Eksekutif

‘’Ketiganya melanjutkan pesta miras di depan minimarket hingga akhirnya petugas Reserse Mobile (Resmob) yang sedang berpatroli melintas,’’ terangnya sembari menyebut ketiga terlapor juga meminta rokok kepada penjaga minimarket.

Mendapati petugas, ketiganya langsung lari kalang kabut hingga akhirnya berhasil diamankan di Jalan Ki Ageng Selo beberapa menit setelahnya. Petugas juga mengamankan dua bilah pedang dan sabit serta rokok hasil rampasan dari penjaga minimarket. Logos menyebut ketiga terlapor merasa tersinggung dengan teguran penjaga minimarket hingga akhirnya mengambil sajam untuk menantang berkelahi. Ketiganya kini meringkuk di Mapolresta Madiun untuk pemeriksaan lebih lanjut.

‘’Terlapor mengaku sering menggelar pesta miras di daerah masing-masing. Ketiga membuat janji menggelar pesta di Kota Madiun pada saat malam kejadian,’’ ungkapnya.

Nah itu guys, pengaruh minuman keras kerap berujung masalah. Bukan hanya berdampak pada kesehatan. Tetapi juga berujung ancaman pidana seperti yang dilakukan ketiga pemuda 20 tahunan yang dicokok petugas Polresta Madiun setelah melakukan ancaman kepada penjaga minimarket. Tidak tangggung-tanggung, ketiganya terancam hukuman maksimal sembilan tahun. Belum ada cerita pengaruh minuman keras berujung baik.

Jaga terus kesehatan dan jangan racuni tubuh dengan miras, narkoba, dan rokok ya guys. Tetapi bagi kalian yang merokok, jangan beli rokok illegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai, berpita cukai palsu atau berpita cukai rokok lain. Sebab, merugikan negara dan masyarakat. Sebagian dana cukai dikembalikan kepada masyarakat selain menjadi salah satu sumber pemasukan negara. So, jadi pembeli yang bijak ya. (agi/diskominfo)