MADIUN – Sejak pergantian tahun menuju 2018, Pemerintah Kota Madiun telah meluncurkan sebuah logo sebagai city branding terbarunya. Sebuah goresan mirip mata berwarna oranye, kuning, merah, hijau dan tulisan berbunyi ‘Kota Karismatik Madiun’. Ternyata, inilah maknanya.

Konsultan City Branding Kota Madiun dari Unibraw Malang, Aji Prasetyo menerangkan, hadirnya logo city branding Kota Madiun telah melewati pembahasan yang cukup mendalam. Di mana ikon-ikon, warna, bentuk huruf hingga kata-kata yang dipilih telah melalui kajian akademis dan dialektika yang cukup panjang.

Ikon yang hadir diterangkan Aji dalam Forum Kehumasan Pemkot Madiun di Wisma Haji pada Kamis (18/1/2018) sebagai ikon dari integrasi berbagai simbol mulai dari sesosok harimau yang diwakili matanya dan warna yang menggambarkan keberanian dan kepercayaan diri juga tanduk banteng yang menggambarkan sikap tenang namun defensif atau terhadap problematika yang ada. Dua ikon fauna yang karismatik.

Terdapat pula pola gerakan pencak silat serta kilatan api yang menggambarkan semangat. Warna yang dihadirkan, yaitu hitam, oranye, kuning, hijau dan hijau muda merupakan paduan warna-warna yang mewakili semangat baru masyarakat Madiun.

Aji yang asli Kota Madiun menguraikan, logo ini dihadirkannya dengan ikon-ikon tersebut karena terinspirasi kegagahberanian Sentot Prawirodirjo, salah satu panglima perang dari pasukan Pangeran Diponegoro saat melawan penjajah Belanda. Sentot yang gigih dan mampu mempermalukan prajurit VOC saat itu menjadikan lawannya segan meski saat itu baru berusia 17 tahun.

“Itulah pahlawan asal Madiun yang jarang disebut berasal dari daerah ini. Dialah ‘harimau’ asal Madiun yang jadi inspirasi logo ini. Kita angkat agar generasi penerus tahu, ada pahlawan dari kota ini dan mengubah citra yang selama ini negatif untuk Madiun. Mosok selau dikaitkan dengan kejadian tahun 1948 terus. Maka city branding ini mengajak kita untuk terus berbaenah, memperbaiki diri dan menunjukkan, ini lo orang Madiun, yang berkarisma,” urai lulusan SMA Negeri 1 Kota Madiun ini.

Baca juga:   Pakai Sistem Lelang Cepat, Yakin Anggaran Segera Terserap

Hal ini, lanjutnya, menegaskan bahwa insan-insan di Madiun memiliki kepercayaan diri dan kebaikan yang selalu siap untuk dibangun serta semangat yang menyala-nyala. Hal-hal ini menjadi penting karena membangun manusia harus dilakukan karena Kota Madiun tidak punya sumber daya alam.

“Dengan begitu, SDM-nya yang harus senantiasa dibangun, dikuatkan. Insan yang karismatik, kota yang karismatik,” ulas Aji.

Di tengah acara, juga dihadirkan lagu Madiun Nyaman dan Damai yang dinyanyikan langsung oleh pelantunnya Daniel ‘Gemintang Kirana’. Juga diuraikan makna dari lagu tersebut. Bahkan diakhir acara, seluruh peserta, termasuk Walikota dan Sekdakot Madiun Maidi turut menyanyikan lagu diiringi petikan gitar Daniel.

Bagi Aji, meski penunjukannya sebagai konsultan city branding dari kampusnya adalah kebetulan, namun hal ini justru menjadi caranya mewujudkan baktinya kepada daerah kelahiran yang dicintainya.

Itulah guys arti dari logo city branding Kota Madiun. Logo yang mengajak warganya berani, percaya diri dan semakin menguatkan jati dirinya. Sebuah city branding yang akan menginspirasi warganya untuk menjadi positif dan menjadikan kota ini maju serta berkarisma.

Satu lagi guys, hindari membeli rokok ilegal. Rokok ilegal adalah rokok tanpa pita cukai, dipasangi pita cukai palsu atau berpita cukai yang bukan peruntukannya.

Cukai adalah pungutan negara untuk barang-barang tertentu yang memiliki dampak negatif bagi kehidupan dan perlu pungutan demi keadilan. Perlu diketahui, sebagian cukai yang terbayar dananya akan kembali ke daerah-daerah dengan nama Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT).

DBH-CHT bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan meningkatkan fasilitas kesehatan masyarakat sampai meningkatkan keterampilan kerja masyarakat dan untuk pembangunan infrastruktur. (dey/diskominfo)
(dey/diskominfo)