MADIUN – Nama perusahaan Industri Kereta Api (PT INKA) di Kota Madiun cukup dikenal. Perusahaan transportasi darat berbasis jalan rel itu sudah melayani pesanan hingga luar negeri. Saat ini, perusahaan tengah dan akan mengerjakan pesanan kereta dari Bangladesh, Filipina, Srilanka, hingga Zimbabwe.
 
Sedang di dalam negeri, pabrik kereta di Jalan Yos Sudarso itu akan mengerjakan light rail transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek). Sebelumnya, PT INKA juga mengerjakan LRT Palembang sebagai moda transportasi pendukung Asian Games 2018, kereta bandara Minangkabau, Padang, dan Bandara Adi Soemarmo Solo serta pembuatan 438 unit kereta penumpang kelas tiga dan satu pesanan PT KAI.
 
Sebagai masyarakat Kota Madiun bolehlah turut berbangga. Apalagi, sebagian karyawan di sana merupakan warga kota pecel. Artinya, masyarakat Kota Madiun turut andil membuat pesanan kereta dari berbagai negara. Sebagai pabrik kereta api terbesar dan satu-satunya di kawasan Asia Tenggara, seluk-beluk pabrik di atas lahan 22 hektare tentunya menarik untuk diketahui. Tim madiuntoday berkesempatan berkeliling pabrik bersama rombongan menteri dan pejabat negara lainnya saat peninjauan kesiapan dan penandatangan kontrak kerjasama dengan sejumlah mitra kerja terkait, Kamis (18/1) lalu.
 
Keberadaan pabrik di Kelurahan Madiun Lor, Manguharjo itu memang menarik dilihat. Tampilannya mengundang mata untuk mendekat sedari depan. Pengunjung dihadapkan dengan jalan beraspal sekitar satu kilometer membujur ke timur. Terdapat bangunan perkantoran satu lantai di sisi selatan. Banyak pintu dan jendela kaca. Sejumlah karyawan serius dengan piranti komputer di depannya. Beberapa lainnya memperhatikan rombongan yang melintas.
 
‘’Di sini total ada sekitar lima ribu karyawan. Terbagi dalam sejumlah bidang,’’ kata Direktur Utama PT INKA Persero Budi Noviantoro di sela kunjungan.
 
Melirik ke sisi utara, bangunan mirip hangar pesawat tampak kokoh menjulang tinggi. Setidaknya ada tiga bangunan besar. Mungkin sebesar gedung olahraga (gor). Jarak antar gedung sekitar sepuluh sampai lima meter. Ada yang sampai puluhan meter. Jarak antar gedung lebih rendah. Seperti kolam kosong. Ada jembatan yang menghubungkan. Jembatan ini juga sebagai akses kereta antar gedung. Ada banyak jalur kereta antar gedung. Jembatan dapat digeser menyesuaikan jalur.
 
‘’Masing-masing gedung ini memiliki fungsi tersendiri. Ada yang khusus untuk pembuatan bodi kereta, merakit mesin, hingga finishing,’’ ungkapnya.
 
Rombongan yang terdiri dari Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto, Direktur Utama PT Inka Persero, perwakilan menteri BUMN, Dirjen Perkerataapian Kementerian Perhubungan, perwakilan Kementerian Keuangan, perwakilan Kementerian Ristekdikti, Wakil Walikota Madiun Armaya, Bupati Madiun Muhtarom, dan sejumlah pejabat lain menyambangi satu persatu gedung. Mereka tampak terpukau. Bukan hanya besar. Pabrik juga tampak bersih. Menteri Luhut bahkan memuji perubahan pabrik beberapa tahun terakhir.
 
‘’Pabrik sudah jauh berubah dari saat kedatangan saya tiga tahun yang lalu. Sudah semakin baik. Tolong ini dijaga, minimal dipertahankan,’’ pesannya.
 
Namanya juga pabrik. Pasti terdapat ruangan untuk uji kualitas. Gerbong yang sudah jadi dites ulang. Mulai kekuatan, ketahanan, hingga keamanan dan kenyamannya. Kesalahan wajib ditekan. Apalagi produk digunakan negara lain. Kualitas wajib dijaga.
 
Keberadaan pabrik di atas lahan 22 hektare tersebut dirasa kurang. PT INKA bakal membuka pabrik baru di Banyuwangi. Luasannya mencapai 80 hektare. Ini sudah tahap pembebasan lahan. Pabrik anyar di Banyuwangi bakal menjadi yang utama. Kendati begitu, bukan berarti pabrik di Kota Madiun ditutup lantas dipindah kesana. Pabrik di kota pecel tetap beroperasi.
 
Nah itu guys sedikit gambaran tentang pabrik kereta api yang ada di Kota Madiun. Tidak semua masyarakat dapat berkesempatan masuk keareal pabrik. Sebab, aturan cukup ketat. Setiap masuk dan pulang wajib lapor. Bahkan, surat kendaraan diperiksa sebelum meninggal areal parkir. Tak heran, kesempatan masuk ke areal pabrik pantang dilewatkan. Masyarakat pastinya dapat masuk dan melihat pabrik dari dekat. Namun, atas ijin dan pendampingan pihak pabrik tentunya.
 
Satu lagi, jaga terus kesehatan. Jangan racuni tubuh dengan mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok. Tapi, bagi kalian yang merokok, jangan beli rokok illegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai, berpita cukai palsu atau berpita cukai rokok lain. Sebab, merugikan negara dan masyarakat. Rokok illegal tidak membayar cukai sebagaimana mestinya. Cukai merupakan salah satu sumber pemasukan negara. Selain itu, sebagian dana cukai dikembalikan untuk masyarakat melalui pemerintah daerah. So, jadi pembeli yang bijak ya.(agi/diskominfo)