MADIUN – Pesawat tempur jenis F-16 C Delivery VI di Pangkalan Udara (Lanud) Iswahyudi lengkap kini. Dua dari 24 pesawat tempur yang sempat tertunda akhirnya mendarat di Lanud, Kamis (18/1) lalu. Kedatangan dua pesawat itu sempat tertunda lantaran kendala mesin dan pilot yang mendapat tugas lain.

‘’Pengiriman 24 pesawat ini memang bertahap sejak 2016 lalu. Kloter terakhir harusnya berjumlah enam pesawat. Namun, hanya empat yang tiba, 12 Desember 2016 lalu. Dua pesawat lain harus tertahan di Hawai,’’ kata Komandan Lanud Iswahyudi Marsma TNI Samsul Rizal.

Pemerintah membeli 24 pesawat tempur jenis ini dari Amerika dengan total nilai 690 juta us dollar. Pesawat memang tidak baru. Namun, sudah dilakukan perbaikan serta upgrade kemampuan. Besaran biaya sudah meliputi biaya upgrade dan perbaikan tersebut.

Pengiriman langsung dari negeri Paman Sam memang tidak mudah. Menguras tenaga, waktu, dan pikiran. Kedua pesawat harus melakukan pengisian bahan bakar di udara sebanyak tiga kali. Itu membuat bagian tanker pesawat sempat bermasalah. Pesawat harus mendarat untuk mendapatkan perbaikan. Hawai dipilih kala itu.

‘’Salah seorang pilot juga harus kembali ke Amerika karena ada tugas lain. Makanya agak molor dibanding empat pesawat lain,’’ terangnya sembari menyebut total 24 pesawat sudah tiba di tanah air.

Total 24 pesawat tempur yang dibeli ini bakal dibagi dalam dua skadron. Sepuluh pesawat menghuni skadron 3 Lanud Iswahyudi. Sedang, 14 lainnya menjadi penghuni skadron 16 Pekan Baru. Total terdapat 20 pesawat F-16 di Skadron 3 saat ini. Sepuluh lainnya merupakan F-16 AB yang sudah ada sejak 1989 silam. Selain itu, Lanud Iswahyudi juga memiliki 16 pesawat T 50 golden eagle di Skadron 15. Sedang, pesawat F-5 di skadron 14 Lanud Iswahjudi sudah tidak lagi diterbangkan.

‘’Kegunaan pesawat sama seperti yang lain. Mulai latihan dan kegiatan operasi. Pesawat sudah dalam keadaan siap tempur saat ini,’’ pungkasnya.

Baca juga:   Kisah Delyn, Kolektor Artikel Kliping Satu-satunya di Kota Madiun

Gimana guys, makin lengkapkan peralatan tempur yang ada di Lanud Iswahjudi. Pesawat jenis F-16 ini dikenal tangguh, gesit, dan memiliki kemampuan tempur jarak jauh. Pesawat buatan Amerika 1990 tersebut sudah diupgrade sebelum dikirim ke tanah air. Pesawat sudah dilengkapi sistem avionik (perangkat elektronik). Salah satunya, radar pencari sasaran hingga RWR (radar warning receiver) untuk mendeteksi ancaman musuh.

Pesawat dapat mendeteksi sasaran dari jarak dekat maupun jauh. Radar pendeteksi dapat mencari sasaran dari jarak 10 mil hingga 200 mil. Bahkan, tinggi dan besaran sasaran dapat dideteksi. Pesawat, lanjutnya, tidak perlu datang mendekat. Pesawat juga dilengkapi rudal dengan jarak tempuh hingga ratusan mil. Tak heran, F-16 CD ini cocok untuk pertempuran jarak jauh maupun jarak dekat alias close combat.

Sebagai masyarakat Kota Madiun wajib berbangga kendati pangkalan sejatinya berada di Magetan. Apalagi kondisi pesawat dalam performa terbaik alias siap tempur. Belum lagi kemampuan pilot penerbang Lanud Iswahyudi yang tak kalah jempolan. Jaga terus kedaulatan NKRI dengan patuhi aturan. Patuhi juga aturan cukai ya guys. Ada tiga barang wajib cukai yang dikenakan di tanah air. Mulai hasil tembakau, etil alkohol, dan minuman mengandung etil alkohol. Ketiga barang ini wajib menggunakan pita cukai asli saat diperjualbelikan. Pidana menanti jika melanggar. Ancamannya, bisa samapai sepuluh tahun guys. So, jadi pembeli yang bijak ya. (agi/diskominfo).