MADIUN – Menemukan barang berharga tidak selalu berujung bahagia. Salah-salah malah jadi perkara. Seperti yang dialami Win, 35, warga Desa Mojorayung, Wungu, Kabupaten Madiun ini. Handphone (HP) Samsung Galaxy A5 yang ditemukannya di salah satu anjungan tunai mandiri (ATM) di wilayah Kota Madiun malah mengantarkannya ke balik jeruji. Win dianggap melakukan pemerasan kepada pemilik HP lantar meminta uang tebusan.

Cerita itu berawal dari penemuan HP oleh tersangka di ATM BRI Jalan Diponegoro 22 Desember 2017 lalu. Tanpa pikir panjang, tersangka yang juga melakukan transaksi di gerai mandiri itu langsung membawa HP. Tersangka sengaja tidak mematikan HP tersebut dengan harapan sang pemilik menghubungi. Benar saja, telpon berdering. Niat mencari untung mengemuka.

‘’Tersangka meminta uang tebusan Rp 1,5 juta kepada korban,’’ kata Waka Polsek Kartoharjo AKP Abdul Ghaffar, Selasa (23/1).

Korban sempat mengiyakan uang tebusan yang diminta tersangka. Pun, tersangka bersedia mengantarkan HP seharga Rp 4 juta tersebut keesokan harinya. Namun, janji tinggal janji. Tersangka malah menghilang bak ditelan bumi. HP yang bersangkutan tidak bisa dihubungi. Merasa tertipu, korban yang beralamat di Kelurahan Rejomulyo, Kartoharjo itu akhirnya melaporkan kepada petugas.

‘’Dari keterangan korban, petugas kami langsung menelusuri keberadaan HP,’’ ungkapnya sembari menyebut juga berbekal rekaman Closed-Circuit Television (CCTV) ATM.

Baca juga:   Tingkatkan Kemampuan Anggota, Polres Madiun Kota Gelar Latihan Menembak

Identitas tersangka akhirnya terungkap. Tersangka berhasil diamankan petugas di Jalan Mliwis, 9 Januari lalu. Tersangka beserta barang bukti langsung diamankan ke mapolsek setempat. Dihadapan petugas, tersangka berdalih hendak mengembalikan HP tersebut. Namun, HP terlanjur mati. Pun, dia tidak bisa membuka kunci pola HP setelah dilakukan isi daya. Pun, korban diakuinya tidak menghubungi kembali.

‘’Perbuatan tersangka dengan meminta uang tebusan memenuhi unsur pidana pasal 362 KHUP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,’’ jelasnya.

Hayo guys, hati-hati jika menemukan barang berharga di tempat umum. Pastikan tidak neko-neko jika berniat ingin mengembalikan kepada pemiliknya. Apalagi, meminta uang tebusan. Jangan sampai nasib baik menemukan barang tersebut malah berujung masalah.

Jaga terus kesehatan serta patuhi aturan. Patuhi juga aturan cukai. Ada tiga barang wajib cukai yang beredar di tanah air. Mulai hasil tembaku, etil alkohol, dan minuman mengandung etil alkohol. Pastikan menggunakan pita cukai asli saat memperjualbelikan ketiga barang tersebut. Selain terancam pidana jika melanggar, menaati aturan cukai berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat. Sebab, cukai merupakan salah satu sumber pemasukan negara. Sebagian dana cukai juga dikembalikan kepada masyarakat melalui pemerintah daerah. So, jadi pembeli yang bijak ya. (agi/diskominfo).