MADIUN – Berkunjung ke Kota Madiun belum lengkap rasanya jika belum mencicipi pecel atau madu mongsonya. Pun, kedua makanan khas itu kerap dijadikan buah tangan. Sambel pecelnya khas. Madu mongsonya legit. Namun, jika ingin yang lain, roti bluder dapat menjadi salah satu alternatifnya.

Roti dengan tekstur lembut nan empuk ini memang cukup booming di kota pecel. Menjadi salah satu oleh-oleh khas kendati juga ada di daerah lain. Namun, tentu terdapat perbedaan hingga bluder khas Kota Madiun banyak diburu. Tim madiuntoday berkesempatan menilik dapur pembuatan bluder langsung di salah satu tempat industrinya beberapa waktu lalu.

Aroma khas roti begitu kental begitu memasuki dapur industri bluder milik Lia Christy. Beberapa pekerja lengkap dengan topi chef dan sarung tangan sibuk di dalamnya. Mereka berbagi tugas. Ada yang membuat adonan, ada yang memanggang, ada juga yang mengemas. Suhu ruang yang sedikit panas tak menyurutkan semangat mereka.

Begitu juga dengan kami. Cukup betah berlama-lama di sana. Selain aroma masakan yang harum, visual roti tempo dulu juga cukup menarik perhatian. Roti terlihat mengembang bak pipi bayi. Belum lagi warna kecoklatannya setelah masuk mesin oven. Hmm ingin cepat-cepat mencomotnya.

‘’Kalau di sini ada empat varian rasa. Bluder kismis, coklat, keju, dan kosong atau original,’’ kata Lia.

Bluder, lanjutnya, boleh dibilang roti jadul. Memiliki bentuk simpel dan praktis. Diyakini masuk ke tanah air saat Belanda datang dulu. Roti ini memang diproduksi orang-orang Eropa. Di Eropa, bluder merupakan roti favorit dan digunakan untuk menyambut tamu kehormatan. Lia juga mendapat resep bluder turun temurun dari keluarganya. Dia merupakan generasi ketiga. Diawali kakek-neneknya, orang tuanya, hingga dirinya kini.

‘’Secara umum bluder mungkin sama. Karena resepnya juga sama. Tetapi seiring waktu berjalan banyak variasi dan pengembangannya hingga memiliki kekhasan tersendiri,’’ ungkap perempuan 29 tahun itu.

Termasuk bluder ditempatnya. Lia menyebut bludernya memiliki tekstur lembut. Bahkan, terasa lumer di lidah. Sehingga dapat langsung ditelan tanpa harus dikunyah. Selain itu, rotinya bisa awet hingga sepekan kendati dalam prosesnya tidak menggunakan bahan pengawet maupun bahan kimia berbahaya.

Baca juga:   Caroline Bawa Baki, Shaddam Pembentang Bendera

‘’Semua bahan yang kami gunakan alami. Mulai tepung terigu, telur, gula, mentega, dan ragi pengembang,’’ ujarnya sembari menjelaskan proses produksi bluder di dapurnya.

Sejumlah bahan tersebut dicampur agar menjadi adonan. Pencampuran menggunakan mesin selama tujuh hingga sepuluh menit. Adonan kemudian diangkat dan dibiarkan sebentar agar mengembang. Adonan lantas ditimbang dan dimasukkan dalam cetakan-cetakan. Adonan kembali didiamkan agar mengembang. Lia mengaku proses pengembangan dilakukan secara alami. Artinya, dibiarkan mengembang dalam suhu ruang. Butuh waktu sekitar tiga jam. Bukan dipaksa mengembang dengan mesin pemanas.

‘’Adonan sama seperti proses tumbuh kembang. Butuh durasi tertentu. Kalau dipaksakan, proses berkembangnya adonan khawatirnya kurang optimal,’’ ungkanya

Adonan dalam cetakan ini siap masuk mesin oven. Lia menyebut durasi dalam oven tidak dapat dipastikan. Tergantung adonan. Ada yang cepat sekitar sepuluh menit. Namun, ada juga yang butuh waktu lebih lama untuk matang. Perbedaan adonan ini tergantung kualitas bahan. Lia tak memungkiri terdapat perbedaan kualitas bahan kendati produksi pabrik yang sama.

‘’Setiap chef memiliki cara tersendiri hingga akhirnya memiliki formula yang pas. Prinsipnya harus berani mencoba dan mencoba,’’ pungkasnya.

Nah itu guys, sekilas tentang bluder yang menjadi oleh-oleh khas Kota Madiun. Ada belasan industri bluder di Kota Madiun sekarang ini. Bagaimana berminat berbisnis bluder. Ingat ya guys, pastikan usaha yang dijalankan mengantongi ijin. Mulai sertifikat sehat pangan industri rumah tangga (PIRT) hingga SIUP dan TDPnya.

Pengurusan PIRT di Kota Madiun tidak perlu lagi harus ke kantor Dinas Kesehatan guys. Pengurusan sudah dapat dilayani di Puskesmas mulai tahun ini. Cukup datang di Puskesmas terdekat. Petugas sanitarian bakal memproses hingga melakukan survei. Pun, sertifikat sehat dapat diambil di puskesmas. Tidak perlu ke kantor Dinkes.

Jaga terus kesehatan dan selalu patuhi aturan ya. Patuhi juga aturan cukai. Ada tiga barang yang wajib cukai di tanah air. Yakni, hasil tembakau, etil alkohol, dan minuman mengandung etil alkohol. Pastikan menggunakan pita cukai asli saat memperjualbelikan ketiga barang tersebut. Salah-salah, pidana mengancam. So, jadi pembeli yang bijak ya. (wshendro, agi/madiuntoday).