MADIUN – Secara geografis, Kota Madiun memang tidak memiliki wilayah yang cukup luas. Tidak memiliki garis pantai pula. Pun, tidak memiliki danau atau waduk. Baik alami juga buatan. Namun, bukan berarti tidak terbuka peluang budidaya ikan.

Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan setempat memiliki pembudidayaan berbagai jenis ikan. Khusunya nila. Melalui Balai Benih Ikan (BBI) Nila, Kota Madiun mampu menghasilkan ratusan ribu ekor ikan setiap tahunnya. Yuks intip budi daya ikan milik pemkot yang berada di Jalan Tirta Raya nomor 15 Kelurahan Nambangan Lor, Manguharjo tersebut.

Deretan kolam berbagai ukuran berjajar rapi di belakang kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun. Terdapat 21 kolam besar dan tiga kolam kecil di atas lahan seluas empat ribu meter persegi tersebut. Setiap kolam memiliki fungsi berbeda. Mulai peruntukannya hingga fungsinya.

‘’Ada tiga jenis budi daya ikan disini. Utamanya nila. Tapi juga ada lele dan tombro. Kolamnya tentu juga harus dipisahkan,’’ kata Kabid Peternakan dan Perikanan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun Dorce Lomo, Senin (5/2).

Kolam juga dibedakan berdasarkan fungsi pembenihan dan pembesaran. Kolam pembenihan lebih kecil. Hanya terdapat ikan indukan. Jika ikan siap kawin dan bertelur akan dipindahkan pada kolam yang lebih besar. Utamanya, untuk jenis nila. Biasanya, terdapat satu indukan betina dan tiga jantan.

‘’Ikan nila termasuk hewan herbivora. Jadi tidak masalah mencampurkan indukan dengan anak-anaknya. Berbeda dengan ikan lele. Benih harus dipisah,’’ ungkapnya.

Kolam pembesaran juga berbeda-beda. Ribuan benih ikan nila biasanya memiliki tingkat perkembangan yang berbeda. Tak heran, perlu dilakukan pemisahan atau grading. Air kolam dikosongkan. Ikan lantas disaring melalui alat khusus. Mereka yang cukup besar dipindahkan dalam kolam baru.

‘’Penjualan benih juga berdasar ukuran. Mulai panjang satu sentimeter hingga 12 sentimeter. Harganya juga berbeda. Mulai seratus rupiah perekor hingga diatas Rp 200 rupiah,’’ rincinya sembari menyebut BBI berhasil menyumbang PAD 123 persen dari target selama 2017 lalu.

Baca juga:   Polri Gelar Vicon Matangkan MRSF 2019

Dari puluhan kolam itu setidaknya mampu menghasilkan 298 ribu ekor dalam setahun. Rinciannya, 107 ribu ekor lebih benih lele dan 191 ribu ekor lebih nila. Itu belum termasuk benih yang diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat. Pemkot memberikan bantuan benih kepada masyarakat. Utamanya, kepada kelompok pembudidaya.

‘’Silahkan mengajukan permohonan secara resmi melalui kelurahan masing-masing. Untuk kelompok pembudidaya bahkan terdapat bantuan sarana produksinya. Tidak hanya benih. Tapi juga pakan dan kolamnya,’’ terang perempuan asli Sumatera itu.

Dorce menyebut sudah ada 240 pembudidaya ikan di Kota Madiun. Kebanyakan budi daya perseorangan. Hanya sepuluh di antaranya yang membentuk kelompok. Ikan yang dibudi daya beragam. Kebanyakan lele. Sebab, memiliki masa panen yang cukup singkat. Sekitar tiga bulan. Sedang, nila lebih banyak keluar daerah. Kota Madiun merupakan pemasok benih nila untuk berbagai daerah sekitar. Khususnya, Kabupaten Madiun dan Ponorogo.

‘’Konsumsi ikan secara umum masih kurang. Peluang budi daya ikan masih terbuka lebar,’’ pungkasnya sembari menyebut pembudidaya binaan selalu dilakukan pendampingan dan monitoring setiap bulannya.

Itu guys, tertarik membudidayakan ikan? Jangan khawatir. Pemerintah pastinya tidak tinggal diam. Berbagai program dan bantuan disiapkan. Pendampingan juga dilakukan. Apalagi peluang usaha dibidang ini masih cukup terbuka lebar.

Bagi yang tertarik silahkan datang ke kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun. Pantengin terus ya berita dan informasi madiuntoday. Ada berbagai informasi dan tips menarik. Edisi berikutnya, kami akan mengulas konstruksi kolam budidaya ikan yang ideal serta bagaimanan kondisi air yang baik untuk ikan. So, tetap pantengin terus ya.

Satu lagi, jaga terus kesehatan dan selalu patuhi aturan. Patuhi juga aturan cukai. Ada tiga barang cukai yang beredar di tanah air. Yakni, hasil tembakau (rokok, cerutu, vapor, dll), etil alkohol, dan minuman mengandung etil alkohol. Pastikan ketiga barang tersebut menggunakan pita cukai asli saat diperjualbelikan. Pelanggaran atas cukai bisa berujung pidana. So, jadi pembeli yang bijak ya. (agi/diskominfo).