MADIUN – Tingkat permintaan ikan nila cukup besar di pasaran. Sebaliknya, produksi dari pembudidaya belum mencukupi. Peluang usaha dibidang ini cukup terbuka lebar pastinya. Masyarakat tidak perlu kelewat khawatir. Pemkot Madiun melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan memiliki Balai Benih Ikan (BBI) dengan ikan nila sebagai budi daya utamanya.

Masyarakat dapat belajar langsung di BBI. Bukan hanya itu, petugas bakal melakukan pendampingan dan monitoring setiap bulannya. Pun, pemkot siap memberikan bantuan benih. Bahkan, jika pembudidaya sudah terbentuk kelompok di masyarakat, pemkot dapat memberikan bantuan sarana produksi.

‘’Bukan hanya benih. Bantuan juga meliputi pakan dan kolamnya,’’ kata Kabid Peternakan dan Perikanan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun Dorce Lomo, Selasa (6/2).

Budi daya ikan nila, kata dia, wajib memperhatikan tiga hal. Yakni, benih, air, dan pakan. Benih terbaik dihasilkan dari indukan unggul. Dorce menyebut tidak ada salahnya menanyakan asal indukan saat membeli benih. Indukan unggul, lanjutnya, bersertifikat.

‘’Satu indukan betina dapat dikawinkan dengan tiga indukan jantan saat pemijahan. Jangan lebih dari itu,’’ ungkapnya sembari menyebut indukan di BBI seluruhnya bersertifikat.

Selain itu, indukan memiliki masa waktu perkawinan. Harus dilakukan penggantian jika sudah melewati masa subur. Pihaknya, juga berencana mengganti indukan nila di BBI tahun ini. Sebab, sudah nyaris lima tahun.

‘’Indukan nila dapat dipijahkan setiap dua minggu sekali,’’ ungkap insiyur perikanan Universitas Hassanudin tersebut.

Air kolam juga harus bersih. Air tidak boleh kelewat keruh. Air kolam dikatakan baik jika sinar matahari masih dapat menembus kedalaman 50 sentimeter. Namun, ketinggian air baiknya 80 sentimeter hingga satu meter. Ikan nila tidak boleh terpapar sinar matahari berlebih. Sebab, bukan ikan yang biasa dipermukaan. Paparan sinar matahari berlebih membuat ikan nila gelisah hingga mempengaruhi pertumbuhannya.

Baca juga:   24 Kolam BBI Kota Madiun Hasilkan 298 Ribu Benih Nila dan Lele Nyaris Tiap Tahunnya

‘’Ikan nila tidak tidak boleh terlalu sering kontak dengan manusia. Makanya, air jangan terlalu dangkal,’’ terang perempuan asal Sumatera itu sembari menyebut air juga wajib cukup oksigen.

Dia menyebut idealnya air mengandung oksigen 3-5 ppm. Pengukurannya mudah. Cukup dilihat dari perilaku ikan. Jika ikan cukup sering ke permukaan, dapat dipastikan kandungan oksigen dalam air kurang. Biasanya sering terjadi pada kolam ukuran kecil. Butuh air rator.

Sedang terkait pakan, ikan nila tidak boleh terlalu kenyang. Baiknya, hanya 3-5 persen dari berat tubuhnya. Pemberian pakan juga harus teratur. Seperti halnya manusia, ikan juga memiliki naluri dan kebiasaan. Pemberian pakan jika dibiasakan dua kali sehari, baiknya terus dijaga seperti itu.

‘’Ikan akan enggan makan jika tidak pada waktunya makan. Sisa makanan bisa membuat kolam cepat keruh. Ini harus diperhatikan,’’ pungkasnya sembari menyebut kondisi kolam baiknya diperiksa setiap hari.

Itu guys, sedikit tips membudidayakan ikan nila. Jika kalian ingin tahu lebih banyak bisa langsung datang ke BBI Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun di Jalan Tirta Raya 15 Kelurahan Nambangan Lor, Manguharjo. Di sana banyak petugas berlatar belakang sarjana perikanan.

Jaga terus kesehatan dan selalu patuhi aturan. Patuhi juga aturan cukai. Ada tiga barang cukai yang beredar di tanah air. Yakni, hasil tembakau (rokok, cerutu, vapor, dll), etil alkohol, dan minuman mengandung etil alkohol. Pastikan ketiga barang tersebut menggunakan pita cukai asli saat diperjualbelikan. Pelanggaran atas cukai bisa berujung pidana. So, jadi pembeli yang bijak ya. (wshendro, agi/madiuntoday)