Musrenbang Kecamatan Taman

Di Posting Oleh madiuntoday

6 Februari 2018

MADIUN – Usulan pembangunan baiknya berangkat dari bawah atau bottom up. Tak heran, musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) juga dimulai dari tingkat paling bawah. Di Kota Madiun, usulan dimulai dari tingkat RT, RW, Kelurahan hingga saat ini telah sampai di tingkat kecamatan.

Tiga kecamatan bergantian melaksanakan musrenbang. Seperti di Kecamatan Taman yang menggelar musrenbang hari ini, Selasa (6/2). Berbagai usulan mengemuka. Setidaknya terdapat 725 usulan baik kegiatan fisik maupun non fisik untuk pembangunan tahun anggaran 2019 mendatang. Ratusan usulan itu membutuhkan anggaran Rp 439 miliar.

‘’Masyarakat merupakan kelompok yang paling bersentuhan langsung. Mereka yang paling mengerti kondisi di lapangan. Usulan harus berangkat dari masyarakat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan optimal,’’ kata Sekda Kota Madiun Maidi saat Musrenbang Kecamatan Taman, Selasa (6/2).


Terdapat ratusan usulan yang mengemuka. Usulan fisik paling banyak. Mencapai 461 jenis usulan. Sedang, bidang non fisik mencapai 264 usulan. Usulan fisik yang mengemuka beragam. Mulai pembangunan saluran lingkungan, pavingisasi, penerangan jalan umum, hingga pelebaran jalan. Sedang usulan non fisik di antaranya, bantuan keluarga harapan, bantuan beras sejahtera (rastra), dan bantuan kesehatan.

‘’Prinsipnya setiap usulan wajib ditindaklanjuti. Jika memang belum terlaksana harus diusulkan kembali di tahun selanjutnya,’’ tegas Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sudah mengabdi 30 tahun di Kota Madiun itu.

Usulan, kata dia, belum final. Masih akan digodok kembali ditingkat kota. Tak heran, usulan yang mengemuka masih mungkin berubah. Bisa berkurang lantaran harus bersaing dengan usulan dari kecamatan lain jika terbentur anggaran. Sebaliknya, bisa bertambah. Masyarakat yang masih memiliki usulan disilahkan mengusulkan melalui kelurahan masing-masing. Jika memungkinkan, usulan masih dapat dimasukkan.

‘’Usulan skala kecil ini harus dituntaskan. Namun, masyarakat juga harus mengerti kalau pembangunan pemerintah itu harus sesuai aturan main. Terkadang duit dan programnya ada, tetapi belum bisa terlaksana lantaran terkendala waktu,’’ jelasnya.

Gimana guys, usulanmu sudah terlaksana belum? Masyarakat wajib turut mengawal usulan hingga terlaksana. Rincian usulan dapat diakses di kecamatan masing-masing. Namun ingat guys, usulan terkadang belum semua dapat dilaksanakan dalam satu tahun anggaran. Bahkan, ada yang sudah lewat beberapa tahun anggaran.

Banyaknya usulan terkadang memang tak sebanding dengan duit yang ada. Selain itu, usulan pastinya terus berkembang. Sebaliknya, duit APBD seringkali stagnan. Pertambahannya pun tak signifikan jika ada. Bahkan, seringkali terjadi pemangkasan dari pemerintah pusat. So, wajib bersabar sejenak.

Satu lagi, jaga terus kesehatan dan selalu patuhi aturan. Patuhi juga aturan cukai. Ada tiga barang cukai yang beredar di tanah air. Yakni, hasil tembakau (rokok, cerutu, vapor, dll), etil alkohol, dan minuman mengandung etil alkohol. Pastikan ketiga barang tersebut menggunakan pita cukai asli saat diperjualbelikan. Pelanggaran atas cukai bisa berujung pidana. So, jadi pembeli yang bijak ya. (agi/madiuntoday).

Artikel Terkait

Don`t copy text!