MADIUN – Budi daya ikan bukan hanya tergantung pada kualitas benih, kondisi air, dan pakan. Faktor kolam sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya ikan juga cukup berpengaruh. Salah-salah budi daya tak berjalan optimal. Bahkan, bisa sampai terjadi kegagalan.

‘’Kolam itu berhubungan dengan air. Jadi konstruksinya juga harus memperhatikan gravitasi dan sifat air,’’ kata Kabid Peternakan dan Perikanan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun Dorce Lomo, Rabu (7/2).

Insinyur Perikanan Universitas Hassanudin itu menyebut kolam ikan permanen baiknya tidak datar. Baik dinding maupun dasarnya. Dinding tidak disarankan tegak lurus. Namun, miring keluar. Luasan dasar lebih sempit dibanding luasan permukaan. Sedang bagian dasar juga miring mengarah pada pintu keluar air.

‘’Air kolam baiknya dibuang setelah panen. Kolam wajib kering benar. Prosesnya juga harus cepat. Jika konstruksinya salah kebanyakan kolam masih menyisakan air saat pengurasan,’’ ungkapnya.

Bakteri dalam sisa air kolam bakal kembali berkembang saat air ditambah. Ini jelas tidak baik untuk habitat ikan. Bagian tengah kolam baiknya dibuat cekungan kecil seperti selokan. Ini sebagai tempat berkumpulnya ikan saat kolam dikuras. Dorce menyebut teknik ini meminimalkan kontak alat atau tangan manusia kepada ikan.

‘’Ikan itu kan habitatnya di air. Penanganan ikan baiknya juga memperhatikan sifat air,’’ ujarnya sembari menyebut ikan bakal berkumpul dengan sendirinya dibagian saluran tersebut.

Pembangunan kolam baiknya juga memperhatikan saluran air sekitar. Bagian dasar kolam tidak boleh lebih tinggi dari saluran. Lagi-lagi agar air kolam dapat mengalir lancar saat pengurasan. Kontruksi kolam seperti ini penting. Sebab, kondisi air mudah berubah. Padahal, air habitat ikan. Kolam, kata dia, harus segera dikuras jika terjadi perubahan perilaku pada ikan.

Baca juga:   24 Kolam BBI Kota Madiun Hasilkan 298 Ribu Benih Nila dan Lele Nyaris Tiap Tahunnya

Termasuk air tambahan air hujan. Kolam bakal menjadi lebih asam jika terkena air hujan. Jika sudah terlalu asam tentu tidak baik bagi ikan. Air kolam wajib diganti. Namun, tidak perlu harus dikuras habis. Baiknya menyisakan sepertiga dari total air kolam. Ini agar ikan tidak mengalami perubahan habitat yang drastis. Ikan dapat stress dan mati.

‘’Yang perlu diingat ikan itu kan juga mahkluk hidup. Punya naluri dan kebiasaan. Memberi makan ikan juga harus sesuai dengan kebiasaanya. Jangan diubah-ubah,’’ ungkapnya.

Bagaimana jika keterbatasan lahan? Dorce menyarankan pembangunan kolam dengan kontruksi bundar. Lebih baik menggunakan terpal agar mudah dibongkar jika lahan diperuntukkan hal lain. Kolam bundar ini cocok untuk ikan lele. Dapat menampung lebih banyak ikan. Sebab, kolam tidak memiliki sudut. Ikan dapat berenang memutar tanpa harus terhalang dinding.

‘’Kolam merupakan tempat penampungan air sebagai habitat ikan. Kontruksinya harus benar. Jangan asal-asalan. Ini juga mempengaruhi tingkat keberhasilan budi daya,’’ pungkasnya.

Itu guys, faktor pembangunan kolam juga penting. Jangan asal dibuat ya. Saran dan masukan dari ahli perikanan seperti ini penting agar budi daya ikan optimal. Jika kalian ingin tahu lebih banyak bisa langsung datang ke BBI Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun di Jalan Tirta Raya 15 Kelurahan Nambangan Lor, Manguharjo. Di sana banyak petugas berlatar belakang sarjana perikanan.

Jaga terus kesehatan dengan rajin berolahraga dan istirahat cukup. Jangan racuni tubuh dengan mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok. Bagi kalian yang merokok, jangan beli rokok illegal. Mulai rokok polos tanpa pita cukai, berpita cukai palsu atau berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu sumber pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan untuk masyarakat. So, jadi pembeli yang bijak ya. (wshendro, agi/madiuntoday)