MADIUN – Penetapan pasangan calon dan pengundian nomor urut paslon membawa Pilwakot Madiun ke tahap selanjutnya. Potensi kerawanan diperkirakan meningkat. Polisi pun segera melekatkan anggotanya untuk mengawal paslon yang ‘bertempur’ menuju Balaikota Madiun.

Selasa (13/2/2018) kemarin, tepat setelah ketiga paslon pilwakot Madiun mendapatkan nomor urut, Wakapolres Madiun Kota Kompol Mujito langsung menyerahkan 20 personel polisi kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Madiun. Mereka ditugasi mengawal langsung para paslon selama 24 jam setiap harinya.

“Walpri (pengawal pribadi) yang kita siapkan sebanyak 20 orang ini akan melakukan pengawalan melekat kepada paslon, tiga pasang, lalu KPU dan Panwaslu. Masing-masing pasangan calon dikawal empat orang. Empat personel mengawal komisioner KPU (Kota Madiun) dan empat lainnya lagi mengawal anggota Panwaslu (Kota Madiun),” ujar Kompol Mujito.

Mereka, lanjut Kompol Mujito, akan bekerja melakukan pengawalan atas calon walikota maupun wakilnya. Setiap cawali atau cawawali akan didampingi oleh dua personel terlatih sepanjang waktu.

“Yang jelas karena adanya kerawanan atas mereka (para paslon). Baik saat di rumah, saat kampanye, atau di mana saja. Karena dalam kontestasi seperti ini sudah biasa ada pihak yang saling kontra. Walpri ini bertugas menjaga keamanan dan keselamatan cawali atau cawawali, secara pribadi. Secara teknis dan taktis semuanya sudah kita antisipasi dan kita latihkan ke mereka (para walpri). Mereka juga akan terkonek dengan rekannya di Polres (Madiun Kota),” ulas Kompol Mujito.

Ditambahkannya, seluruh polisi tersebut telah disiapkan sejak beberapa waktu lalu. Mereka telah menjalani pendidikan khusus di Sekolah Polisi Negara (SPN) Mojokerto. Kompol Mujito tidak merinci kemampuan yang dimiliki oleh para personel walpri tersebut. Namun ia menegaskan, semuanya adalah polisi terbaik yang ada di Polres Madiun Kota.

Dari 20 personel yang diterjunkan sebagai walpri, dua di antaranya adalah polwan. Hal ini mengingat salah satu paslon adalah wanita. “Kita siapkan banyak skenario, tapi ternyata satu cawawali, yaitu Ibu Inda Raya adalah perempuan sehingga kita lekatkan kepada beliau polwan terbaik kami,” ungkap Kompol Mujito.

Baca juga:   Tingkatkan Kesadaran Tentang Parkir, Dishub Gandeng Masyarakat Bantu Sosialisasi

Pada Selasa (13/2/2018), KPU Kota Madiun telah menggelar Rapat Pleno Terbuka Pengundian Nomor Urut Pasangan Calon Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Madiun 2018. Hasilnya, nomor urut didapatkan oleh pasangan cawali-cawawali Maidi-Inda Raya Miko Saputra, nomor urut 2 didapatkan cawali-cawawali Harryadin Mahardika-Arif Rahman dan nomor urut 3 didapatkan pasangan cawali-cawawali Yusuf Rohana-Bambang Wahyudi.

Para pasangan calon dan pengawalnya sudah jelas kan guys, sekarang pilihan ada di tangan Anda. Pilih yang terbaik dan jangan gegabah untuk masa depan yang lebih baik demi Kota Madiun yang karismatik. Lalu guys, ayo kita turut memberantas peredaran ilegal barang kena cukai. Sebab sebagian dana cukai kembali ke pemerintah daerah. Namanya, DBH CHT atau Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau.

DBH CHT merupakan dana yang bersifat khusus dari Pemerintah Pusat yang dialokasikan ke Pemerintah Daerah (Pemerintah provinsi ataupun Pemerintah Kabupaten/Kota) yang merupakan penghasil cukai hasil tembakau dan/atau penghasil tembakau.

Penggunaan DBH CHT diatur dengan ketentuan yang tertera dalam Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 222/PMK.07/2017. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah tentang Prinsip Penggunaan. Paling sedikit 50 persen untuk mendanai program/kegiatan seperti peningkatan kualitas bahan baku; pembinaan industri; pembinaan lingkungan sosial; sosialisasi ketentuan di bidang cukai; dan/atau pemberantasan barang kena cukai ilegal. Sedangkan paling banyak 50 persen untuk mendanai program/kegiatan sesuai dengan kebutuhan dan prioritas daerah.

Karena cukai kembali ke kita untuk hal yang positif, maka jangan membeli rokok ilegal. Rokok ilegal adalah rokok tanpa pita cukai, dipasangi pita cukai palsu atau berpita cukai yang bukan peruntukannya. Mari menjadi pembeli bijak dengan menolak rokok ilegal. (wshendro, dey/madiuntoday)