SPSE Versi Terbaru, Tidak Lagi Ada Tatap Muka

Di Posting Oleh madiuntoday

14 Februari 2018

MADIUN – Teknologi berkembang cepat. Berbagai kegiatan sudah berbasis online kini. Masyarakat yang tidak mengikuti bakal tertinggal. Begitu juga dengan pemerintah. Tak heran, berbagai kegiatan pemerintah juga sudah berbasis online. Begitu juga di Pemkot Madiun. Salah satunya dalam bidang pengadaan barang dan jasa.

Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) sudah diberlakukan sedari beberapa tahun belakangan di kota pecel. Pun, terus berkembang. Sistem yang digunakan terus diupdate. Teranyar, Pemkot Madiun menerapkan sistem pengadaan secara elektronik (SPSE) versi 4.2.

Sistem ini diyakini dapat menekan penyalahgunaan duit negara melalui pengadaan barang dan jasa. Sebab, segala kegiatan dilakukan melalui sistem. Tidak lagi ada tatap muka antara petugas unit layanan pengadaan (ULP) dengan rekanan. Artinya, kesempatan main mata semakin sulit dilakukan.

‘’Kalau versi sebelumnya sebagian masih perlu adanya tatap muka antara petugas dengan rekanan. Kalau versi ini, semua kegiatan dilakukan melalui aplikasi. Bahkan, untuk tanya jawabnya soal barang atau jasa yang dilelang juga melalui sistem,’’ kata Perancang Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa LKPP Bambang Saputra saat sosialisasi SPSE Versi 4.2 dan Kebijakan E-Procurement Nasional di ruang 13, Rabu (14/2).

Selain itu, SPSE versi anyar ini juga sudah terintegritas satu dengan yang lain. Mulai perencanaan, persiapan, eksekusi, hingga monitoring dan evaluasi. Pengadaan secara penunjukkan langsung (PL), sistem swakelola, hingga pengadaan non kontraksional juga masuk di dalamnya. Tak heran, kontrol pengadaan barang dan jasa lebih mudah lantaran terekam dalam satu sistem.

‘’Ke depan bahkan bakal ada e-market. Seperti e-katalog tetapi dengan lingkup yang lebih besar,’’ ungkapnya sembari menyebut dalam versi baru juga terdapat lelang cepat.

Namun, Bambang tak membantah masih cukup banyak kendala. Utamanya untuk pihak rekanan. Sebab, tampilan hingga cara kerja sistem anyar sedikit berbeda dengan versi sebelumnya. Tak heran, butuh sosialisasi dan pelatihan. Pihaknya mengapresiasi Pemkot Madiun yang sudah memulai penggunaan SPSE versi terbaru tersebut.

‘’Belum banyak daerah yang sudah menerapkan sistem anyar ini. Baru ada sekitar 41 dari 682 LPSE seluruh Indonesia dan Kota Madiun salah satunya,’’ ujarnya.

Kepala Diskominfo Kota Madiun Subakri menyebut penerapan SPSE versi anyar ini baru Januari lalu. Tak heran, butuh sosialisasi dan pelatihan penggunaan SPSE versi baru tersebut. Pihaknya sengaja mengundang petugas LKPP untuk memberikan pelatihan bagi petugas Pokja ULP se-Kota Madiun. Pelatihan dijadwalkan selama dua hari.

‘’Petugas Pokja ULP harus mahir. Sebab, mereka menjadi unjung tombak pengadaan barang dan jasa yang dibutuhkan pemerintah. Bagaimana mereka bisa melayani pengadaan kalau tidak menguasai,’’ tegasnya.

Sosialisasi, kata dia, juga dilakukan kepada pihak rekanan. Ini penting agar sama-sama jalan. Kegiatan bakal dilakukan bertahap.

‘’Prinsipnya sistem pemerintahan harus semakin lebih baik dan baik lagi ke depan,’’ pungkasnya.

Nah itu guys, Kota Madiun sudah semakin maju dan canggih. Semua sudah berbasis elektronik. Kesempatan main mata semakain sulit. Tujuannya, tercipta pemerintahan yang bersih. Ayo kalian juga jangan ketinggalan. Update terus informasi kalian melalui situs ini.

Jaga terus kesehatan dengan rajin berolahraga dan jangan racuni tubuhmu dengan narkoba, miras, dan rokok. Bagi kalian yang merokok, jangan beli rokok illegal. Merugikan negara dan masyarakat. Rokok illegal tidak membayar cukai sebagai salah satu sumber pemasukan negara. Sebagian dana cukai juga dikembalikan kepada masyarakat. Mulai untuk pembangunan dan pelatihan-pelatihan. Sekedar info ya guys, pengadaan videotron Pemkot Madiun juga berasal dari dana bagi hasil cukai. So, jadi pembeli yang bijak ya. (ws hendro, agi/diskominfo)

Artikel Terkait

Don`t copy text!