Melihat Sarpras Pemadam Kebakaran Pemkot Madiun

Di Posting Oleh madiuntoday

21 Februari 2018

MADIUN – Memadamkan api tidak hanya butuh keahlian khusus. Namun, juga peralatan memadai jika kebakaran skala besar. Mulai alat pemadam api ringan (Apar) hingga mobil pemadam kebakaran (damkar) serta mobil penyuplai air atau tangki.

Sebab, urusan dengan api tidak bisa ditunda. Terlambat hitungan detik saja, dampak yang diakibatkan bisa berkali-kali lipat. Tak heran, penanganan kebakaran wajib sigap dan selalu siap setiap saat.

“Untuk fasilitas penanganan kebakaran bisa dibilang lebih dari cukup saat ini. Kami memiliki sepuluh kendaraan,” kata Kasatpol PP Kota Madiun Sunardi Nurcahyono, Rabu (21/2).

Rinciannya, satu mobil operasional, dua mobil penyuplai air, dan tujuh mobil damkar. Mobil operasional digunakan untuk mengangkut peralatan pembantu proses pemadaman yang tidak bisa dibawa damkar. Selain itu, mobil ini juga digunakan untuk sosialisasi. Pihaknya sengaja keliling ke masyarakat untuk memberikan himbauan bahaya kebakaran.

“Prinsipnya bukan hanya melakukan tindakan saat ada kejadian. Tapi juga langkah antisipasi,” tegasnya sembari menyebut bidang Pemadaman Kebakaran (Damkar) juga memiliki 40 tabung Apar.

Dua mobil tangki yang ada berkapasitas lima ribu liter dan sepuluh ribu liter. Mobil tangki berkapasitas besar juga digunakan untuk penyuplai mobil damkar bronto skylift yang dimiliki Pemkot Madiun. Mobil ini bisa dibilang untuk penanganan kebakaran kapasitas super besar hingga gedung bertingkat. Air yang disemprotkan bisa mencapai ketinggian sekitar 55 meter.

“Mobil ini dilengkapi tangga, memang diperuntukkan untuk bangunan bertingkat tinggi,” ungkapnya.

Ini penting lantaran banyak gedung bertingkat tinggi di Kota Madiun. Selain itu, pihaknya memiliki enam mobil damkar lain dengan ukuran lebih kecil. Ini difungsikan untuk pemadaman kebakaran di wilayah permukiman padat dengan jalan yang tidak terlalu lebar. Kendaraan, tegasnya, dalam kondisi siap tempur sampai saat ini.

“Perawatan dan pemeriksaan terus dilakukan setiap hari meski saat musim penghujan sekalipun,” ungkapnya.

Hanya, pihaknya masih kekurangan petugas. Personil Damkar saat ini sebanyak 23 orang. Idealnya, mencapai 60 petugas untuk luasan wilayah Kota Madiun. Kota pecel, kata dia, dibagi menjadi tiga wilayah manajemen kebakaran. Yakni, wilayah Kartoharjo, Manguharjo, dan Taman. Idealnya di setiap wilayah memiliki kantor UPTD masing-masing dengan fasilitas dan peralatan lengkap.

Minimal dua damkar dan beberapa Apar disetiap UPTD. Ini untuk efektivitas jangkauan menuju lokasi kebakaran. Idealnya tidak lebih dari 15 menit dari laporan sudah harus tiba dilokasi. Lebih dari itu, kebanyakan tidak banyak harta benda yang terselamatkan.

“Makanya butuh kontribusi masyarakat. Paling tidak dapat mengambil tindakan awal sebelum kebakaran membesar. Kami juga melakukan pelatihan penanggulangan kebakaran kepada Satlimnas. Harapannya dapat melakukan tindakan awal di masyarakat,” ujarnya.

Sunardi berharap masyarakat aktif. Paling tidak segera melapor jika terjadi kebakaran. Pelaporan dapat melalui call center Damkar (0351) 462288. Ke depan, pihaknya berencana membuat pelaporan kebakaran berbasis aplikasi smartphone. Aplikasi bakal terintegrasi ke sejumlah organisasi perangkat daerah atau instansi terkait. Mulai Dinkes, Kepolisian, RSUD, hingga Dinsos.

“Harapannya, pihak-pihak terkait ini juga bisa langsung memberikan penanganan di lokasi kejadian hanya dengan sekali laporan,” pungkasnya sembari menyebut bakal mengusulkan dalam perubahan APBD tahun anggaran ini.

Itu guys, seputar sarana dan prasarana yang dimiliki Bidang Damkar Satpol PP Kota Madiun. Cukup lengkap namun masih minim personil. Masyarakat wajib aktif. Paling tidak ikut menjaga lingkungan masing-masing dari bahaya kebakaran. Mulai tidak meninggalkan api yang menyala sebelum benar-benar dimatikan, tidak menggunakan colokan listrik melebihi kapasitas, hingga pembakaran sampah yang sembarangan.

Pemerintah pastinya bakal melakukan berbagai upaya pencegahan hingga penanganan secara maksimal. Jaga terus kesehatan dan selalu patuhi aturan. Patuhi juga aturan cukai. Ada tiga barang wajib cukai yang beredar di Indonesia. Yakni, hasil tembakau, etil alkohol, dan minuman mengandung etil alkohol. Pastikan terdapat pita cukai asli saat memperjualbelikan ketiga barang tersebut ya. Salah-salah bisa berujung pidana. Sebaliknya, menaati cukai berarti berkontribusi pada negara dan masyarakat. So, jadi masyarakat yang bijak ya. (ws hendro, agi/diskominfo)

Artikel Terkait

Don`t copy text!