MADIUN – Api itu menjalar cepat. Hembusan angin di lapangan Pilangbango menambah si jago merah cepat membesar ketika membakar salah satu rumah disana. Suyanto langsung menginstruksikan agar petugas mendekat. Tujuh orang Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) bergerak cepat mendekat setelah mendengar instruksi salah seorang Komandan Regu (Ndanru) Damkar Satpol PP Kota Madiun tersebut.

“Urusan dengan api harus cepat. Itungannya detik. Petugas harus tanggap, terampil, dan trengginas,” kata Suyanto.

Satu di antara anggota Linmas berjalan lebih dekat dengan tabung alat pemadam api ringan (Apar) di tangan. Api memang belum begitu besar kala itu. Namun, dia kewalahan. Api lebih cepat dari dugaan. Suyanto langsung menginstruksikan anggota ditambah.

Dua orang lain datang dengan selang dan nozel dari salah satu mobil pemadam kebakaran (Damkar). Beberapa lainnya standby di kran mobil. Air disemprotkan. Api perlahan dapat dikendalikan. Seorang lagi kembali memeriksa di sekeliling rumah memastikan. Suyanto lantas memberikan tepuk tangan kepada tim yang baru saja melaksanakan pelatihan pemadaman kebakaran itu.

“Memadamkan api harus tahu dulu titik dan sumber apinya dari mana. Tidak asal memadamkan,” ungkap pria 53 tahun itu.

Dalam teknik pemadaman kebakaran biasa disebut tindakan assessment. Salah seorang dari tim yang turun harus memeriksa terlebih dahulu. Tentunya dengan membawa Apar. Assesment menentukan langkah selanjutnya yang harus diambil. Utamanya, pola pemadaman yang digunakan.

“Ada empat pola pemadaman. Mulai satu selang satu pancaran hingga yang menggunakan dua pancaran dan beberapa selang,” jelasnya.

Pola satu pancaran biasa disebut pola satu. Pola ini biasanya digunakan untuk pemadaman di lokasi yang cukup leluasa. Artinya, tidak pada permukiman padat. Pemadaman pola satu hanya fokus memadamkan api di lokasi kejadian. Tak heran, biasanya hanya menggunakan satu pancaran dan satu selang.

“Pola dua diterapkan jika lokasi kebakaran cukup padat. Menggunakan dua selang sekaligus. Satu selang untuk memadamkan api. Selang lainnya untuk melokalisir sekitar titik kebakaran agar tidak meluas,” terangnya.

Warga Desa Tiron Kecamatan/Kabupaten Madiun itu menyebut pola tiga dan empat biasanya untuk pemadaman kebakaran yang lebih besar. Prinsipnya lebih banyak pancaran dan selang yang digunakan. Pun, dilakukan petugas khusus. Pihaknya sengaja hanya memberikan teknik pemadaman dasar kepada ratusan anggota Satlinmas kala itu. Harapannya, anggota Satlinmas dapat memberikan tindakan awal sebelum petugas datang.

Baca juga:   Perekrutan Hingga Pelatihan, Ini Langkah Disnaker Tuntaskan Pengangguran

“Dilingkungan sekitar sebenarnya sudah ada alat pemadaman tradisional (Apat). Mulai kain karung hingga pasir. Tetapi banyak yang kurang dapat menggunakannya,” ujar Ndanru III itu.

Pengalaman Suyanto menaklukkan si jago merah tidak boleh dipandang sebelah mata. Setidaknya dia sudah menjadi petugas Damkar 20 tahun terakhir. Dua kali peristiwa kebakaran Pasar Besar Madiun (PBM) menjadi salah satu pengalaman berharganya. Dia juga kerap turun diberbagai lokasi kebakaran di daerah sekitar. Tim Damkar Kota Madiun memang kerap diberbantukan di daerah lain.

“Wilayah Kota Madiun merupakan kawasan padat. Penanganan harus cepat. Kebakaran bisa cepat meluas,” ungkapnya.

Bukan hanya kenyang pengalaman. Suyanto juga cukup banyak mendapat pelatihan. Setidaknya, dia sudah mengantongi lima sertifikat nasional terkait penanganan kebakaran. Mulai pelatihan fire fighter di Surabaya, Latsar Damkar di Cimahi, Diklat Inspektur Muda di Ciracas sebanyak dua kali, hingga water rescue di Cibubur. Tak heran, kemampuannya bukan hanya soal api. Tapi juga evakuasi korban dalam air.

“Pemadaman kebakaran harus sesuai SOP. Jangan sembarangan,” pungkasnya sembari menyebut prinsip menyelamatkan korban selamat terlebih dahulu.

Itu guys, tim Damkar Kota Madiun juga memiliki petugas pemadam berpengalaman. Semakin berharga lantaran ilmunya juga ditularkan kepada sesama. Semoga petugas-petugas sarat pengalaman dan pendidikan seperti Suyanto terus ada. Artinya, selalu lahir petugas yang tanggap, terampil, dan trengginas demi menjaga Kota Madiun dari bahaya kebakaran.

Selalu waspada dan jaga terus kesehatan serta patuhi aturan. Patuhi juga aturan cukai. Ada tiga barang cukai yang beredar di tanah air. Yakni, hasil tembakau (rokok, cerutu, vapor, dll), etil alkohol, dan minuman mengandung etil alkohol. Pastikan ketiga barang tersebut menggunakan pita cukai asli saat diperjualbelikan. Pelanggaran atas cukai bisa berujung pidana. So, jadi pembeli yang bijak ya. (ws hendro, agi/diskominfo).