MADIUN – Vasektomi atau KB Pria memang belum cukup digemari. Bahkan, sebagian besar pria masih merasa takut. Namun, tidak bagi Mustakim Warga Kelurahan Manguharjo ini. Pengguna KB pria ini mengaku banyak mendapat manfaat setelah vasektomi. Selain lebih sehat, dia juga semakin bergairah di ranjang. Bagaimana kisahnya?

SUASANA Jumat Sehat di Kelurahan Manguharjo tampak berbeda pagi tadi, Jumat (16/3). Masyarakat yang hadir tidak hanya berolahraga dengan bersenam bersama. Serangkaian acara mengemuka. Mulai deklarasi Pilkada Damai dan Bermartabat, dan penyerahan bantuan perahu karet dari Dinkes dan KB setempat.

Namun, kegiatan terakhir dirasa cukup menggelitik sekaligus sarat pelajaran. Yakni, testimoni pengguna vasektomi alias KB Pria. Dialah Mustakim. Pengguna vasektomi warga Kelurahan Manguharjo ini memang diminta sebagai pembicara. Utamanya, cerita terkait KB pria yang dilakukannya. Tutur penyampaiannya yang polos dan apa adanya kerap mengundang gelak tawa peserta.

‘’Bayangan saya sebagai laki-laki, setelah ber-KB nanti jadi lemah syahwat. Ternyata tidak. Malah sebaliknya,’’ kata Mustakim disambut tawa hadirin.

Vasektomi, kata dia, merupakan kb kesehatan. Dia tunjuk bukti sejumlah perubahan yang dialaminya setelah pasang ring tersebut. Mustakim jadi lebih bergairah. Baik dalam aktivitas sehari-hari hingga saat di atas ranjang. Tenaganya seakan tiada habisnya. Mustakim mengaku mampu berhubungan badan saban hari.

‘’Sebelumnya, bisa dua kali dalam sebulan itu saja sudah bagus,’’ ujarnya yang lagi-lagi disambut gelak tawa peserta Jumat Sehat.

Itu wajar lantaran usianya memang sudah tidak lagi muda. Sudah berkepala lima. Mustakim mengaku sering terasa linu dipersendian setelah berhubungan badan. Namun, kini tidak lagi. Dia mengaku jadi lebih sehat. Sejumlah keluhan khas usia manula itu tidak muncul lagi. Efek juga terasa saat bekerja. Kebetulan Mustakim merupakan pekerja berat.

‘’Sekarang tidak kalah dengan yang muda-muda. Bisa setiap hari,’’ ungkapnya.

Mustakim mencoba mencari tahu penyebabnya. Informasi yang didapatnya itu lantaran sperma yang tertahan akibat vasektomi diserap kembali oleh tubuh. Sperma memang kaya nutrisi. Ini, kata dia, dapat menjadi obat alami menetralkan gula darah hingga masalah persendian dan tulang. Tak heran, jika rasa linu pada persendian berkurang.

Baca juga:   Jaga Netralitas, Danlanud Imbau Prajurit Hindari Diskusi Politik di Medsos

‘’Bagi laki-laki yang sepakat untuk tidak memiliki anak lagi, patut mencoba vasektomi,’’ tuturnya.

Sebab, vasektomi tidak menakutkan seperti yang dibayangkan. Lagi-lagi Mustakim menceritakan tentang pengalamannya ber-KB pria. Vasektomi tidak terasa sakit. Dia menyebut bak digigit semut. Padahal, proses vasektomi dilakukan tanpa obat bius. Bahkan, Mustakim mengaku sengaja duduk untuk melihat proses pemasangn ring pada jalur sperma di kelaminnya itu.
‘’Jangan khawatir setelah vasektomi. Tetap ada yang dikeluarkan saat berhubungan badan. Karena yang diikat itu hanya spermannya. Air mani tetap keluar,’’ jelasnya.

Sebaliknya, proses KB steril pada perempuan jauh lebih rumit. Pun, sakit. Tak heran, jika selama tindakan harus dibius. Dia merasa kasihan pada istrinya yang harus menerima jahitan setelah ber-KB steril. Ini tentu jauh berbeda dengan proses vasektomi.

‘’Makanya kalau sayang istri baiknya ikut KB pria. Kasihan istri kalau harus melakukan operasi seperti itu,’’ terangnya.

Mustakim menyebut banyak alasan pria enggan melakukan vasektomi. Salah satunya, lantaran pendapat vasektomi bagian dari pembunuhan. Mustakim membantahnya. Sebab, menurutnya, pembunuhan itu jika sperma sudah bertemu dengan sel telur dan menjadi janin. Sebaliknya, vasektomi mencegah sperma yang masih berupa nutrisi itu tidak bertemu dengan sel telur.

‘’Menurut saya ini tidak membunuh. Sperma belum memiliki nyawa. Belum dihembuskan roh seperti janin,’’ pungkasnya sembari menyebut dalam beberapa kasus pria masih bisa membuahi jika ring yang menghambat sperma terlepas.

Itu guys, sedikit pengalaman terkait KB pria vasektomi. Prinsipnya program KB diperlukan untuk menekan pertumbuhan penduduk, mengatur jarak kelahiran, hingga kesehatan. Tidak ada kewajiban untuk ber-KB. Semua dikembalikan kepada pribadi masing-masing.

Jaga terus kesehatan dan selalu patuhi aturan. Patuhi juga aturan cukai. Dana cukai merupakan salah satu sumber pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Mulai untuk peningkatan fasilitas kesehatan, pelatihan, hingga peningkatan infrastruktur. Membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat. (rahmad-agi/diskominfo)