MADIUN – Debat Publik perdana Pemilihan Walikota dan Wakil walikota Madiun berlangsung seru, Rabu (21/3). Satu persatu segmen yang dijadwal terlewati dengan meninggalkan cerita tersendiri.

Seperti pada segmen kelima yang menjadi segmen terakhir gelaran debat publik yang berlangsung di Wisma Haji tersebut. Bukan hanya saling berlomba program serta visi dan misi. Ketiga pasangan calon (paslon) juga berbalas pantun. Tentunya isi pantun mengajak untuk memilih masing-masing paslon.

Paslon Haryyadin Mahardika-Arif Rahman mendapat kesempatan pertama dari moderator. Mahardika mengawali dengan mengutip pesan presiden pertama RI Soekarno berlanjut pernyataan tentang alasan mengapa harus memilih dirinya. Paslon nomor urut dua lantas itu menutup dengan pantun.

‘’Numpak sepur nang pasar Solo, lak pengen Madiun makmur pilih nomor loro,’’ kata Mahardika disambut riuh pendukung.

Seakan tak ingin kalah, paslon Yusuf Rohana-Bambang Wahyudi juga mempromosikan diri dengan pantun. Bahkan, tiga pantun sekaligus. Namun tentunya, diawali dengan pernyataan singkat terkait potensi dirinya beserta pasangan.

‘’Senam bareng nang lapangan gulun, mampir blonjo nang pasar joyo. Ayo kabeh warga Madiun, guyup rukun bangun kuto,’’ ujar Yusuf yang juga disambut antusias pendukung.

Paslon nomor urut tiga ini menambah dua pantun setelahnya. Mulai ‘Budal ngaji nang jalan jambu, muleh ngaji tuku sate. Lak pengen madiun maju, pilih pasangan iki ae’. Pantun langsung disambung ‘Nang Kediri tuku jamu, mampir ziarah nang Jombang. Lak pengen Madiun Maju pilih Yusuf-Bambang’.

Begitu juga dengan paslon Maidi-Inda Raya Ayu Miko Saputri yang mendapat kesempatan terakhir. Diawali dengan pernyataan Inda Raya, kesempatan mempromosikan diri tersebut ditutup pantun calon Walikota Maidi. Bedanya, pantun lebih singkat.

‘’Ojo lali 27 Juni pilih nomor siji,’’ ujarnya yang juga disambut riuh pendukung.

Pantun bukan hanya dari ketiga paslon, moderator debat juga menutup gelaran acara dengan pantun. Namun, tentunya tidak diawali dengan pernyataan seperti ketiga paslon. Namun, pantun yang disajikan tak kalah apik. Mengajak masyarakat menyukseskan Pilkada demi Kota Madiun yang lebih baik.

Baca juga:   Bersaing Sengit, Tim Kadarkum Kota Madiun Sukses Torehkan Prestasi

‘’Dari pasar besar menuju pasar besi, merajut asa meniti langkah. Kita sukseskan Pilkada 27 Juni, untuk Kota Madiun esok yang lebih cerah,’’ tutup Sudharto P Hadi selaku moderator tersebut.

Debat publik kali pertama tersebut terdiri dari lima segmen. Mulai penyampaian visi dan misi, pendalaman visi dan misi dengan menjawab pertanyaan moderator, saling tanya antar paslon, hingga saling tanya dengan berlanjut pemberian tanggapan dan pernyataan kesimpulan.

Debat publik selama sekitar dua jam itu berlangsung seru sedari awal. Bagi masyarakat yang terlewat dapat mengikuti gelaran debat melalui live streaming akun facebook Pemerintah Kota Madiun.


Jaga terus keamanan dan ketertiban dengan selalu menaati peraturan. Patuhi juga aturan cukai. Terdapat tiga barang wajib cukai yang beredar di tanah air. Mulai bahan tembakau, etil alkohol, dan minuman mengandung etil alkohol. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dana cukai dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat. (ws hendroi-agi/diskominfo)