MADIUN – Bahasa Indonesia menjadi mata pelajaran pembuka dalam rangkaian Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMK yang mulai dilaksanakan hari ini (2/4). Sebanyak 2.637 pelajar di Kota Madiun mengikuti kegiatan tersebut. Selama dua jam, mereka mengerjakan soal berbentuk pilihan ganda itu.

Di SMKN 2, misalnya. Siswa yang mengikuti UNBK sebanyak 326 anak. Pelaksanaannya dibagi dalam tiga sesi. Yakni, pukul 07.30, 10.30, dan 14.00. Masing-masing sesi berlangsung selama dua jam. “Ada empat lab yang digunakan,’’ ujar Kepala SMKN 2 Taridjo.

Setiap laboratorium terdiri atas 20 komputer inti dan dua komputer cadangan. Mereka menyediakan lima server. Rinciannya, satu server inti dan empat server cadangan yang berada di setiap laboratorium.

Sebagai antisipasi, pihak sekolah juga menyediakan genset yang dapat menyediakan listrik hingga enam ruangan. Meski demikian, Taridjo berharap proses UNBK berlangsung lancar tanpa adanya gangguan, baik listrik maupun server. “Proses sinkronisasi kemarin lancar,’’ ungkapnya.
Terkait pelaksanaan UNBK, pihak sekolah telah mempersiapkan siswa. Salah satunya dengan menyelenggarakan simulasi sebanyak tiga kali. “Sehingga pada hari pelaksanaannya mereka sudah tidak bingung lagi,’’ imbuhnya.

SMKN 2 terdiri atas empat program keahlian. Yaitu, Akuntansi dan Keuangan, Perkantoran, Pemasaran, dan Multimedia. Taridjo menuturkan, hingga saat ini tidak ada laporan siswa yang izin tidak mengikuti ujian. “Semua masuk,’’ ucapnya.

Baca juga:   Gali Kreativitas Siswa Lewat Ujian Praktek Sekolah

Total, ada 30 SMK negeri dan swasta yang mengikuti kegiatan UNBK. 23 di antaranya menyelenggarakan secara mandiri. Sedangkan, 7 SMK sisanya bergabung dengan sekolah lainnya. Yakni, SMK Penerbangan Antariksa, SMK Kusuma Terate, SMK PGRI 4, SMK Taman Siswa 1, SMK YP 17-2, SMK Vic-Toriqot, dan SMK Kesehatan Reksa Husada.

Setelah Bahasa Indonesia, masih ada tiga mata pelajaran lainnya yang diujikan. Secara berturut-turut adalah Matematika, Bahasa Inggris, dan Teori Kejuruan.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Madiun Kresna Herlambang mengimbau kepada seluruh sekolah pelaksana UNBK. Yakni, agar berhati-hati dan menjaga keamanan komputer. “Dalam situasi rawan, kami berharap pelaksanaan UNBK lancar,’’ tuturnya.

Selain itu, penting bagi siswa untuk menjaga kesehatan selama pelaksanaan UNBK. Salah satunya dengan menjauhi rokok, narkoba, dan minum-minuman keras. Apalagi, rokok ilegal. Yaitu, rokok yang tidak ada pita cukainya.

Terdapat tiga barang wajib cukai yang beredar di tanah air. Mulai hasil tembakau seperti rokok, etil alkohol, serta minuman mengandung etil alkohol. Segera laporan jika mendapati barang wajib cukai yang tidak membayar sesuai ketentuan. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat. (irs)