MADIUN – Pelaksanaan imunisasi difteri tahap pertama di Kota Madiun telah berakhir. Meski demikian, warga masih bisa menyusul jika belum mengikuti di tahap pertama. Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kota Madiun dr Agung Sulistya Wardani mengimbau agar mereka segera mendatangi puskesmas terdekat.

Warga umur 0-15 tahun melakukan imunisasi difteri hingga tiga kali. Outbreak Response Immunization (ORI) tahap pertama berlangsung Februari lalu. Tujuan kegiatan tersebut selain untuk meningkatkan kekebalan, juga memutus mata rantai penularan penyakit yang sempat ditetapkan sebagai kejadian luar biasa itu.

Pelaksanaan imunisasi difteri tahap kedua akan berlangsung Juli mendatang. Saat ini, Dinkes dan KB Kota Madiun melakukan evaluasi kegiatan tahap pertama. ‘’Insha Allah akan berlangsung lancar,’’ ujarnya.

Menurut Wardani, masih ditemukan kendala pada pelaksanaan tahap pertama. Yakni, dikarenakan masyarakat khawatir dengan jenis vaksin tersebut. Namun setelah dijelaskan, mereka mengerti dan akhirnya mengikuti.

Baca juga:   Waspadai Penyebaran Penyakit Saat Musim Hujan

Pada ORI difteri tahap pertama, Dinkes dan KB Kota Madiun berhasil mencapai angka 96,83 persen warga yang terimunisasi. Sasaran proyeksi awalnya 45.017 orang. Namun, pada akhirnya mereka berhasil mengimunisasi 63.717 orang.

Tak hanya bekerjasama dengan sekolah, dinkes dan KB juga melakukan sweeping selama Maret. Karena itu, capaiannya berhasil melampaui target awal.

Menjaga kesehatan tubuh sangat penting dilakukan. Selain dengan imunisasi, juga dengan menerapkan pola hidup sehat. Salah satunya dengan menjauhi rokok ilegal yang tidak memiliki pita cukai. Segera laporkan jika mendapati barang wajib cukai yang tidak membayar sesuai ketentuan. (irs)