MADIUN – Beroperasinya jalan Tax on Location (Tol) Ngawi-Kertosono memberikan beragam manfaat tersendiri bagi Kota Madiun. Apalagi, salah satu gerbang keluar ruas tol sepanjang 87 kilometer itu berada tak jauh dari kota pecel. Tak heran, berbagai peluang mengemuka ke depan.

Adya Aghastya, salah seorang pakar transportasi di Kota Madiun menyebut tingkat kunjungan masyarakat luar ke kota pecel diprediksi bakal turut terkerek naik. ‘’Keberdaan tol secara tidak langsung memperluas hinterland (daerah penyangga) suatu kota besar. Ini memungkinkan sejumlah daerah di sekitar tol menjadi bagian daerah penyangga baru,’’ katanya, Selasa (3/4/2018).

Adya Aghastya, pakar transportasi di Kota Madiun.

Daerah penyangga Kota Surabaya, kata dia, bakal semakin meluas. Bukan hanya sebatas daerah tetangga yang berbatasan langsung, seperti Sidoarjo dan Gresik. Sejumlah daerah lain juga berpeluang menjadi daerah penyangga kini. Sebab, jarak tempuh sudah bukan lagi kendala dengan adanya tol. Daerah penyangga baru itu, lanjutnya, terbuka lebar di Kota Madiun kini.

‘’Aksesibilitasnya bukan lagi jarak. Tetapi waktu. Masyarakat tidak lagi memperhitungkan jarak dengan adanya tol ini,’’ ungkap dosen Teknik Bangunan dan Jalur Perkerataapian Akademi Perkeretaapian Indonesia (API) Madiun itu.

Adya menyebut sejumlah temannya di Surabaya yang sudah tidak lagi menghitung jarak untuk ke Kota Madiun kendati cuma sekedar berwisata kuliner. Keberadaan tol bukan hanya mempersingkat jarak. Namun, juga menekan biaya operasional. Tak heran, jarak bukan menjadi kendala.

‘’Keberadaan tol tidak akan mematikan daerah yang dilaluinya. Sebaliknya, banyak peluang terbuka. Masyarakat harus optimis,’’ terang Magister Teknik Sipil Transportasi ITS itu.

Adya tunjuk bukti sejumlah daerah lain yang jadi lebih hidup setelah adanya tol. Seperti Sidoarjo hingga sejumlah daerah di kawasan pantura. Sejumlah daerah tersebut malah semakin berkembang kini. Begitu juga dengan kawasan Surabaya-Pasuruan yang berkembang pesat setelah adanya tol. Sebaliknya, kawasan tersebut seakan mati setelah lumpur lapindo memutus jalur tol tersebut.

‘’Masyarakat yang berkeinginan ke Kota Madiun semakin besar dengan adanya fasilitas ini (tol),’’ ungkapnya.

Baca juga:   Pacu Masyarakat Agar Taat Pajak, Walikota Komitmen Ratakan Pembangunan dan Tingkatkan Reward

Apalagi Kota Madiun cukup strategis sebagai kota transit. Sebab, berada di tengah daerah tujuan. Mulai dari Surabaya, Jogja, hingga Semarang. Kota Madiun menjadi pilihan tempat beristirahat masyarakat dari dan menuju sejumlah daerah tersebut.

‘’Tinggal bagaimana masyarakat mengemas potensi lokal yang sudah ada saat ini agar lebih menarik. Potensi ini pastinya juga terjadi di sejumlah daerah lain. Masyarakat harus berpacu,’’ ujarnya.

Kota Madiun kian diuntungkan dengan dukungan potensi daerah sekitar. Salah satunya, potensi wisata di Kecamatan Magetan. Ini, lanjutnya, dipastikan menjadi daya tarik tersendiri. Masyarakat yang melintas mendapat berbagai keuntungan sekaligus. Mulai kuliner hingga wisata.

‘’Masyarakat timur yang hendak ke Solo dapat berwisata kuliner di Kota Madiun dan berwisata di Magetan. Ini memungkinkan masyarakat yang melintas akan memilih keluar tol di gerbang Madiun dari pada melanjutkan perjalanan melalui tol hingga tujuan,’’ pungkasnya.

Nah itu guys, keberadaan tol pastinya berdampak luas. Salah satunya meningkatkan kunjungan masyarakat luar hingga mendongkrak dan memunculkan potensi ekonomi baru. Namun, meningkatnya kunjungan biasanya juga meningkatkan kasus dan kejadian di suatu daerah. Ini tentu wajib diwaspadai.

Jaga terus ketertiban dan keamanan dengan selalu mematuhi aturan. Patuhi juga aturan cukai. Terdapat tiga barang wajib cukai yang beredar di tanah air. Mulai hasil tembakau seperti rokok, etil alkohol, serta minuman mengandung etil alkohol. Segera laporan jika mendapati barang wajib cukai yang tidak membayar sesuai ketentuan. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat. (ws hendro-agi/diskominfo).