MADIUN – Ruangan Tata Usaha (TU) dan kantin Sekolah Santo Yusuf habis dilalap si jago merah, jumat (6/4) dini hari. Beruntung, tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh penjaga sekolah, Ponijo, sekitar pukul 01.00. Awalnya, dia mendengar suara berisik dari dekat ruangan guru. Ketika diperiksa, rupanya api sudah berkobar di area kantor TU sekolah.

Panik karena api terus menjalar, Ponijo berupaya memadamkan sendiri. Namun, api tak kunjung padam. Diapun memanggil petugas kebakaran.

Kepala Satpol PP Kota Madiun Sunardi Nurcahyono menuturkan bahwa pihaknya mendapatkan laporan kejadian pada pukul 02.30. Dua unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil tangki pun diterjunkan untuk mengatasi peristiwa itu. ‘’Ditambah satu unit mobil tangki dari BPBD,’’ imbuhnya.

Personel damkar, Satpol PP, BPBD, Polsek Manguharjo, Polres Madiun Kota langsung berupaya memadamkan api. Masyarakat di sekitar lokasi kejadian pun ikut membantu petugas. Sekitar satu jam setelahnya, api berhasil dipadamkan.

Ada tujuh ruangan yang terdampak dari peristiwa tersebut. Antara lain, ruang TU, ruang kelas, ruang praktek, dan kantin. Kerugian ditafsir mencapai Rp 250 juta. Selain itu, beberapa dokumen penting dan alat-alat elektronik di ruangan tersebut ikut terbakar. ‘’Dugaan sementara akibat arus pendek listrik di ruang TU,’’ ujarnya.

Baca juga:   Bukan Gendam, Polisi Sebut Penipuan Berskenario

Meski demikian, petugas masih terus menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. Mereka melakukan pengecekan ulang di lokasi kejadian untuk melihat situasi dan kondisi pasca kebakaran.

Satu unit kendaraan patroli damkar beserta empat personel damkar melakukan evaluasi setelah kejadian. Selain itu, satu mobil damkar jenis sentosa melakukan pembasahan lanjutan karena masih ada kepulan asap di sekitar lokasi. ‘’Segera laporkan jika menemui kejadian serupa,’’ tandasnya. (irs)

Share and Enjoy !

Shares