Pemakaman Masinis KA Sancaka Dipenuhi Isak Tangis Keluarga

Di Posting Oleh madiuntoday

7 April 2018

MADIUN – Isak tangis keluarga mengiringi pemakaman Mustofa. Masinis KA Sancaka itu merupakan korban tewas dalam insiden kecelakaan kereta vs truk trailer di Ngawi, Jumat (6/4).

Keluarga dan kerabat tak kuasa membendung kesedihan saat jenazah Mustofa dimasukkan ke dalam keranda untuk disalatkan. Mereka seakan tak percaya bapak satu anak itu kini telah pergi untuk selamanya.

Dilansir dari iNews.id, Jasad Mustofa ditemukan terjepit dalam lokomotif kereta. Evakuasi jenazah membutuhkan waktu hingga empat jam.

Suparno Hadi, kakak korban, mengaku tidak memiliki firasat apapun sebelumnya atas musibah yang menimpa adik kandungnya itu. Bahkan, keluarga juga sempat tidak percaya saat menerima telepon yang mengabarkan peristiwa maut tersebut.

“Kami semua makin terkejut saat diminta datang ke RS Suroto Ngawi. Ternyata di sana, adik saya sudah meninggal dunia,” kata Suparno di rumah duka, Sabtu (7/4).

Kepergian Mustofa yang tiba-tiba itu membuat keluarga merasa sangat kehilangan. Apalagi, semasa hidupnya Mustofa dikenal sebagai sebagai pribadi yang baik.

Menurut Suparno, Masinis KA Sancaka itu merupakan sosok yang rela membantu sesama dan dermawan. Di kalangan para sahabat, Mustofa disebut-sebut sebagai kawan yang gemar dalam berbagi.

“Tapi ya bagaimana lagi. Ini sudah garis dari yang maha kuasa. Mudah-mudahan almarhum husnul khotimah. Keluarga juga diberi ketabahan. Mohon doanya,” ucapnya.

Mustofa semasa hidup. (dok keluarga)

Suparno berharap semua pihak bisa mengambil hikmah atas musibah tersebut. Seluruh sarana-prasarana berkaitan dengan keamanan dan keselamatan sebaiknya untuk segera diperbaiki. Sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali. “Khusus untuk keluarga, kami berharap ada perhatian PT KAI. Sebab almarhum meninggalkan istri dan seorang balita. Dan Mustofa ini satu-satunya tulang punggung keluarga,” tuturnya.

Sebelum pemakaman, jenazah Mustofa dishalatkan di masjid tepat di samping rumahnya. Yakni, di Desa Sumberbening Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun. Keluarga, kerabat, dan kolega Mustofa di PT KAI memanjatkan doa sebagai penghormatan sebelum akhirnya mengantarkan Mustofa ke peristirahatan terakhir. (irs)

Artikel Terkait

Sensus Penduduk Online Diperpanjang Hingga 29 Mei 2020

Sensus Penduduk Online Diperpanjang Hingga 29 Mei 2020

MADIUN – Sensus penduduk online yang sejatinya ditutup pada 31 Maret 2020 pukul 00:00 resmi diundur. Badan Pusat Statistik (BPS) memutuskan bahwa sensus penduduk online masih dapat diakses hingga 29 Mei 2020. Pengunduran penutupan SP online ini berdasarkan SK Kepala...

Don`t copy text!