MADIUN – Gerbong Kereta Api Sancaka yang mengalami kecelakaan di Ngawi Jumat (6/4) telah dipindahkan. Jalur di km 215+8 antara stasiun kedungbanteng – Walikukun juga sudah berfungsi normal kembali. Meski demikian, jadwal kereta api belum berjalan seperti semula.

Hingga Minggu (8/4) malam, masih ada perjalanan KA yang melewati lokasi tersebut masih mengalami keterlambatan. Karena itu, PT KAI Daop 7 Madiun melakukan rekayasa pelayanan. Yakni, dengan menawarkan para penumpang untuk menaiki kereta api yang ada. ‘’Meski kelas KA-nya berbeda, tapi sesuai dengan jurusan,’’ ujar Humas PT KAI Daop 7 Madiun Supriyanto.

Sebagai contoh, penumpang KA Sancaka pagi, KA Logawa, KA Sritanjung yang menuju Surabaya. Keterlambatan kereta tersebut cukup tinggi. Karena itu, calon penumpang dinaikkan ke KA Jayakarta, KA Bima, dan KA Mutiara Selatan yang saat itu siap di stasiun Madiun. Begitu pula dengan penumpang KA Malioboro Ekspres tujuan Tulungagung, Blitar, hingga Malang. Para penumpang diikutkan KA Malabar, KA Gajayana, dan lainnya.

Supriyanto menuturkan, para prinsipnya PT KAI Daop 7 berupaya untuk mengurangi keterlambatan penumpang sampai ke tujuan. Karena KA yang semula akan dinaiki terlambat, maka para penumpang dipindahkan ke kereta yang sudah siap di stasiun. ‘’Kami meminta maaf kepada masyarakat pengguna jasa KA yang perjalanannya terganggu,’’ tuturnya.

Baca juga:   Voli ASN Usai, Walikota Berikan Hadiah Untuk Para Pemenang

Selain memantau kondisi jalur KA di lokasi, PT KAI juga melakukan kegiatan perkuatan jalur pada saat jeda perjalanan kereta. Harapannya, rel bisa segera dilewati dengan kecepatan normal sesuai dengan yang telah ditetapkan.

“KAI Daop 7 terus melakukan pemulihan kondisi jalur KA agar bisa segera dilewati perjalanan KA dengan kecepatan normal,” imbuhnya. (irs)