MADIUN – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Madiun terus berupaya meningkatkan pelayanan untuk membantu masyarakat. Hingga saat ini, instansi yang dipimpin oleh Nono Djatikusumo itu telah memiliki 24 produk pelayanan terhadap warga Madiun. Apa saja?

Layanan yang paling banyak digunakan masyarakat adalah pengajuan kartu keluarga (KK) dan kartu tanda penduduk (KTP). Dalam satu hari, rata-rata Dispendukcapil melayani 150 pengajuan KK dan 100 pengajuan KTP baru. “Paling sepi 50 pengajuan sehari,” tutur Nono.

Bagi warga yang belum mendapatkan KTP elektronik, Dispendukcapil menerbitkan surat keterangan tanda pengganti identitas. Fungsinya sebagai pengganti selama e-KTP belum diterima. Untuk urusan administrasi, masyarakat bisa menggunakannya.

Saat ini pemberlakuan kartu identitas tidak hanya bagi warga yang sudah mencapai usia 17 tahun. Anak-anak usia mulai 0 tahun juga memiliki kartu identitas. Pengajuan bisa dilakukan ke Dispendukcapil secara mandiri maupun kolektif.

Kemudian, layanan berikutnya yang paling banyak permintaan adalah pengajuan akte kelahiran dan kematian. Dalam sehari, jumlah permintaan mencapai 20-25 pengajuan.

Karena itu, dalam satu hari Dispendukcapil mampu menerima 600 pengajuan dari masyarakat. Isinya pun beragam. Para petugas dengan siap siaga menerima permintaan masyarakat dan berupaya menyelesaikannya dalam waktu yang cepat.

Pelayanan Dispendukcapil dibuka mulai pukul 07.30 hingga 14.00. Menurut Nono, semua pelayanan adalah prioritas.

Berbagai layanan lain yang disediakan antara lain, surat keterangan pindah. Baik dalam maupun luar negeri. Selain itu juga surat keterangan tempat tinggal serta surat keterangan pelepasan kewarganegaraan Indonesia. Kemudian, surat keterangan kelahiran, lahir mati, dan kematian.

Baca juga:   Walikota Sambut Kepulangan 189 Jamaah Haji Kota Madiun

Setiap hari, Dispendukcapil juga melayani pengajuan untuk surat keterangan pembatalan perkawinan, pembatalan perceraian, pencatatan sipil, akte perkawinan, dan akte perceraian.

Untuk urusan anak pun tak ketinggalan. Seperti akta pengakuan anak, akta pengesahan anak, hingga surat keterangan pengangkatan anak. “Mulai lahir sampai mati semua diurus di sini,” tutur Nono.

Kemudian, pelayanan terakhir yang disediakan adalah pemanfaatan dokumen kependudukan. Saat ini, Dispendukcapil telah bekerjasama dengan 8 instansi lain untuk pemanfaatan data-data tersebut. Yakni, BKD, Kominfo, Dinsos, Bapenda, Dinas Pendidikan, KPPT, Dinas Kesehatan dan KB, serta RSUD Sogaten. “Surat perjanjian kerjasama ini ditandatangani oleh walikota,” imbuhnya.

Nono menuturkan, pelayanan Dispendukcapil paling dekat dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, dia berupaya untuk terus meningkatkan kualitas. Salah satunya dengan menciptakan berbagai inovasi agar pelayanan kepada warga semakin maksimal.

Tak hanya itu, masyarakat juga diharapkan tertib dalam melengkapi administrasi kependudukan dan mematuhi aturan yang berlaku. Termasuk, mematuhi aturan cukai.

Terdapat tiga barang wajib cukai yang beredar di tanah air. Mulai hasil tembakau seperti rokok, etil alkohol, serta minuman mengandung etil alkohol. Segera laporkan jika mendapati barang wajib cukai yang tidak membayar sesuai ketentuan. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat. (irs)