MADIUN – Tim sepak bola Madiun United (Madu) tengah mengikuti kompetisi Liga III Regional Jatim tahun ini. Tim bertengger diposisi lima grup B dengan raihan tiga poin dari dua kali pertandingan sampai ini. Capaian tersebut tak terlepas dari sentuhan dingin Muhammad Hasan sebagai tukang utak-atik strategi di pinggir lapangan. Coach Hasan ternyata juga dipercaya sebagai pelatih tim PON Jatim. Seperti apa kiprahnya?

WAJAH tak senang Muhammad Hasan mengemuka ketika paruh minum pertandingan perdana Madiun United di liga III Regional Jatim beberapa waktu lalu. Maklum, anak asuhnya tertinggal 1-0 saat menjamu PS Kota Pahlawan (Kopa) di Stadion Wilis tersebut. Tak ada secuil senyumpun mengemuka. Pun, langkah kakinya terburu-buru kala menuju ruang ganti.

‘’Strategi yang saya instruksikan tidak jalan. Anak-anak masih bingung saat di lapangan,’’ kata Hasan seusai pertandingan.

Timnya kalah waktu itu. Namun, kekecewaan terbayar lunas ketika pertandingan kali kedua. Melawat ke Bojonegoro, anak asuhnya mengemas poin penuh dengan kemenangan 0-2 dari tim tamu. Kemenangan memang menjadi target Hasan dipertandingan kedua tersebut. Raihan poin penting untuk menjaga peluang lolos fase grup.

‘’Anak-anak cukup belajar dari pengalaman pertandingan pertama lalu. Strategi yang kami diterapkapkan cukup berhasil. Anak-anak memang pantas menang,’’ ungkapnya.

Hasan memang bukan pelatih sembarangan. Berbagai tim sepak bola pernah ditanganinya. Bukan hanya tim yang sudah jadi. Namun, tim baru seperti Madiun United. Keikutsertaan Madu di kompetisi terbilang nekat. Tim baru terbentuk Februari lalu atau dua bulan sebelum kompetisi dimulai. Tak heran, persiapan cukup mepet. Mulai mencari pemain hingga membentuk tim agar solid.

Tantangan semakin besar, lantaran separuh dari timnya merupakan atlet lokal. Dia mengandalkan pemain Kota Madiun dari akademisi sepak bola miliknya. Separuhnya lagi mencari dari berbagai daerah. Masalah pemain selesai sementara. Kekompakan tim menunggu setelahnya. Namanya juga tim bongkar pasang, tentu perlu membangun kesolidan. Ini tentu tidak mudah. Apalagi, waktunya terbatas. Hasan wajib membentuk tim jadi dalam kurun waktu 1,5 bulan.

‘’Pembentukan tim (Madu) memang dadakan. Ini untuk menyelamatkan tim PSM (Persatuan Sepak Bola Madiun) yang tidak dapat mengikuti kompetisi karena sudah tiga kali pasif dari kompetisi,’’ ungkapnya sembari menyebut pembentukan Madu sebagai upaya penyelamatan PSM.

Baca juga:   Dari Kota Madiun Dalam Misi Perdamaian di Negara Tak Aman

Hasan menyebut Kota Madiun harus memiliki wakil yang mengikuti kompetisi. Sedang, pengajuan PSM ditolak panitia. Tim Madu terpaksa didaftarkan sebagai pengganti. Hasan menyebut tak masalah nama tim bakal berganti PSM ke depan.

‘’Yang penting ada tim dari Kota Madiun dulu. Jangan sampai vakum. Kalau PSM mau dihidupkan lagi tinggal balik nama tim yang sudah ada ini,’’ ujarnya.

Kecintaan Hasan akan sepak bola tidak perlu diragukan lagi. Dia cukup makan asam-manis persepakbolaan tanah air. Mulai pemain hingga menjadi pelatih kini. PSM dulunya juga pernah merasakan sentuhan tangan dinginnya. Hasan juga pernah menangani Persinga Ngawi yang berkiprah di divisi utama Liga II beberapa waktu lalu.

Hasan juga mendirikan akademi sepak bola bernama Hasan Soccer Akademi (HAS) yang berlokasi di Bumi Antariksa. HAS didirikan akhir 2016 lalu. Kendati baru, beberapa anak asuhnya cukup moncer dengan dikontrak tim-tim besar. Salah satunya, PSCS Cilacap untuk mengikuti Liga Remaja.

‘’Dua pemain saya ada yang dikontrak PSCS Cilacap 2017 lalu,’’ ungkapnya sembari menyebut Muhammad Dimas dan Firdaus Ferdiansah kedua pemain tersebut.

Ide pendirian akademi sepak bola bermula dari keprihatinanya terhadap pembinaan sepak bola di wilayah Kota Madiun. Hasan menyebut pembinaan belum dikelola dengan serius selama ini. Padahal, banyak pemain potensial di Jawa Timur terutama wilayah barat.

‘’Sepak bola merupakan salah satu alat pemersatu bangsa. Harus ada yang peduli agar sepak bola tanah air terus terjaga dan semakin berkembang,’’ pungkas pelatih berlisensi C AFC tersebut. (ws hendro, agi/diskominfo)

Katakan tidak pada cukai illegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara. Selain itu, sebagian dana cukai diperuntukkan kepada masyarakat. Mulai untuk peningkatan fasilitas kesehatan, pelatihan, dan pembangunan. Mari bijak dengan menaati pajak dan cukai.