MADIUN – Perebutan bangku perguruan tinggi melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) akan segera terjawab. Hari ini (17/4), panitia mengumumkan siswa SMA/sederajat yang mengikuti seleksi tersebut pada pukul 17.00.

Kepala SMAN 1 Madiun Imron Rosidi berharap, siswanya banyak yang diterima melalui program tersebut. Dia juga mengimbau kepada para siswa untuk segera melapor ke sekolah apabila diterima melalui jalur SNMPTN.

Imron menuturkan, tak kurang dari 140 siswa SMAN 1 Madiun yang mengikuti seleksi tersebut. Pengalaman selama ini, jumlah siswa yang diterima melalui jalur itu cukup bervariasi. Sebab, banyak faktor yang memengaruhi. ‘’Salah satunya pilihan siswa. Semakin tinggi jurusan yang dipilih, semakin ketat juga persaingannya,’’ terangnya.

Bagi siswa yang diterima SNMPTN, Imron mengimbau agar mereka mengambil kesempatan itu. Sebab, sudah ada pengumuman dari panitia SNMPTN. Bahwa, akan dikenakan sanksi bagi sekolah yang siswanya tidak melakukan verifikasi ulang. Dengan demikian, tahun depan jatah penerimaannya akan dikurangi. ‘’Kasihan adik kelasnya nanti,’’ ucapnya.

Sementara itu, pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tinggal 10 hari lagi. Para siswa yang belum mendaftarkan diri diharapkan segera melakukannya. Selanjutnya, tes akan dilaksanakan pada 8 Mei mendatang. Pelaksanaan dilakukan berbasis komputer dan kertas. Peserta boleh memilih salah satunya.

Baca juga:   Mahasiswa Unipma Ajukan Software ke LPSE

Untuk siswa yang akan mengikuti SBMPTN, Imron menuturkan bahwa sekolah tidak menyediakan bimbingan belajar tambahan. Meski demikian, siswa boleh membentuk kelompok dan belajar di sekolah dengan dibimbing oleh guru pilihannya. ‘’Diajukan ke kurikulum, nanti kami yang akan mengatur jadwal dengan guru yang bersangkutan,’’ paparnya.

Imron menambahkan, tahun lalu prosentase siswa SMAN 1 Madiun yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) mencapai 75 persen. Sementara sisanya masuk ke Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK).

Di lain pihak, Kepala SMAN 6 Madiun Sujadi juga memberikan imbauan yang sama kepada para siswanya. ‘’Yang diterima SNMPTN hendaknya menjalani pilihan itu. Kalau tidak dijalani, kasihan adik-adiknya nanti. Bisa kena blacklist dari PTN yang menerapkan itu,’’ tegasnya.

Selain itu, SMAN 6 Madiun juga membantu siswanya dalam memilih jurusan dan perguruan tinggi yang tepat. ‘’Sedangkan, bimbingan belajar sudah dilakukan jauh-jauh sebelum UNBK,’’ imbuhnya. (WS. Hendro, irs)

Jaga terus kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.