MADIUN – Memberantas peredaran produk ilegal menjadi komitmen aparat kepolisian Kota Madiun. Salah satunya ditunjukkan pada penggerebekan pabrik minuman keras oplosan di rumah produksi Jalan Setiaki, Kartoharjo, Kota Madiun.

Upaya penggerebekan dilakukan Jumat (20/4) sore. Dalam kegiatan itu, anggota Satreskrim Polres Madiun Kota berhasil mengamankan puluhan liter miras dan alat-alat pembuatannya.

Satu orang berinisial HS diketahui sebagai pemilik pabrik miras oplosan. Petugaspun langsung membawa HS untuk dimintai keterangan.

Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu mengatakan, miras yang diproduksi di lokasi itu memiliki kandungan alkohol mencapai 35%. Kandungan alkohol yang cukup tinggi bisa membahayakan keselamatan peminumnya.

Lebih lanjut, Nasrun menjelaskan bahwa dalam satu hari pabrik miras oplosan itu bisa menghasilkan 50 sampai 60 botol. Dengan harga jual per botolnya mulai dari Rp 150.000 hingga Rp 225.000 tergantung ukurannya.

“Setiap hari bisa memproduksi sampai 60 botol. Omzetnya per hari bisa sampai Rp12 juta,” katanya saat ditemui di kantornya, Sabtu (21/4).

Baca juga:   Tak Balas Sapa, Pelipis Dipukul Cawan Beling

Nasrun mengungkapkan, distribusi minuman haram itu mulai dari Kota Madiun, Kabupaten Madiun, hingga Ponorogo. Saat ini, penyidik masih mendalami apakah miras oplosan dijual di kafe maupun restoran atau hanya dijual di toko-toko.

Penyidik menetapkan satu tersangka dalam kasus ini yaitu HS yang diduga sebagai pemilik pabrik itu. Dalam produksi miras, HS dibantu empat karyawan.

“Untuk karyawan statusnya masih saksi,” ujar Kapolres yang baru bertugas di Kota Madiun awal April 2018 ini.

Dia menegaskan, penggerebekan pabrik miras dilakukan setelah polisi mendapatkan informasi terkait aktivitas ilegal di rumah itu. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan penggerebekan.

Kasatreskrim Polres Madiun Kota AKP Logos Bintoro menambahkan, pabrik miras yang berada di Jalan Setiyaki ini sudah beroperasi sejak empat bulan lalu. Sedangkan, untuk distribusi miras oplosan ini baru dilakukan dua pekan terakhir.

“Proses pembuatan miras oplosan ini cukup lama. Untuk proses fermentasi butuh waktu dua bulan,” imbuhnya. (wshendro, irs/madiuntoday)