GPIB Gamaliel Madiun

Di Posting Oleh madiuntoday

23 April 2018

MADIUN – Prasasti berbahan batu pualam yang menempel di dinding teras Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Gamaliel Madiun masih terlihat baik. Tulisan yang terpahat di dalamnya juga masih cukup jelas terbaca. Begitu juga dengan bangunan gereja secara keseluruhan. Padahal, gereja tersebut sudah berdiri sejak ratusan tahun lalu.

Gereja di Jalan Jawa tersebut berdiri 1908 atau 110 tahun silam. Tanggal pendirian masih terlihat jelas dalam pahatan prasasti. Tak heran, pemerintah Kota Madiun tengah mengupayakan untuk menjadi bangunan cagar budaya tahun ini. Ini penting untuk menjaga keaslian bangunan sebagai warisan kepada generasi penerus.

‘’Tidak hanya dari prasasti, berdasar penelusuran sejarah dan kontruksi bangunan, gereja memang layak menjadi bangunan cagar budaya,’’ kata kepala Disbudparpora Kota Madiun Agus Purwowidagdo.

Pihaknya sengaja menggandeng Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan untuk menelusuri. Bangunan didirikan pada 30 Agustus 1908. Prasasti berbahasa Belanda itu juga menyebutkan tokoh yang berjasa dalam pembangunan gereja. Yakni, T. Pilon Spark. Sedang, W.F. Reisner disebut sebagai pemimpin pembangunan gedungnya.

Keberadaan gereja ini, kata dia, tak terlepas dari perubahan Madiun menjadi kota industri awal abad XX. Ditandai dengan banyaknya pabrik gula. Ini membuat komposisi penduduk Madiun lebih variatif dengan keberadaan masyarakat eropa dan pribumi. Dengan bimbingan T.Pilon Spark gereja ini melayani umat Protestan yang berada di Madiun ketika itu.

‘’Pada masa Hindia Belanda, gereja ini bernama Kerkkeraad der Protestansche Gemeente te Madioen atau Gereja Protestan Jemaat Madiun. Kemudian pada 1974 gereja ini disebut dengan nama GPIB Jemaat Gamaliel Madiun,’’ jelasnya berdasar hasil penelurusan tim ahli.

GPIB, lanjutnya, merupakan salah satu lembaga keagamaan Kristen yang cukup tua di Indonesia. Sejarah GPIB tidak dapat dipisahkan dari pembentukan De Protestantse Kerk In Nederlands Indie pada 1605 di Ambon, Maluku. Kantor pusat De Protestantse Kerk In Nederlands Indie dipindahkan ke Batavia pada 1619. Ini lantaran berpindahnya kedudukan Gubernur Jenderal Hindia Belanda dari Ambon ke Batavia kala itu.

De Protestantse Kerk In Nederlands Indie, mewarisi jemaat-jemaat yang ditinggalkan oleh Portugis dengan wilayah pelayanannya meliputi sejumlah daerah seperti Maluku, Minahasa, Kepulauan Sunda Kecil (kini Nusa Tenggara Timur, dan sebagian Nusa Tenggara Barat khususnya Pulau Sumbawa dan sebagian Lombok), serta Pulau Jawa, Sumatera dan lainnya.

Cabang-cabang De Protestantse Kerk In Nederlands Indie ini mengalami berbagai persoalan lantaran wilayah pelayanan yang semakin banyak dan meluas. Kesepakatan mengemuka. Keesaan gereja harus tetap dipertahankan. Namun, wilayah yang memiliki kekhususan diberi status mandiri yang lebih luas untuk mengatur pelayanannya sendiri-sendiri pada 1927. Mulai di Minahasa pada 1934, di Maluku pada 1935, jemaat di wilayah Sunda Kecil pada 1947, dan wilayah pelayanan di bagian barat Indonesia pada 31 Oktober 1948.

‘’Tak heran, jika GPIB menjadi nama depan gereja Gamaliel Madiun kini,’’ jelasnya.

Agus Purwo menambahkan terdapat 18 bangunan lain yang tengah diusulkan menjadi cagar budaya tahun ini. Pemeriksaan tim ahli cagar budaya provinsi sudah dilakukan beberapa waktu lalu. Pihaknya, tengah menunggu hasil pemeriksaan. Agus menyebut rekomendasi diprediksi turun bulan ini. Pihaknya optimis, belasan cagar budaya yang diusulkan tersebut bakal terekomendasi.

‘’Dengan status cagar budaya, setidaknya pemeliharaan lebih terjamin. Sebab, terdapat anggaran khusus terkait bangunan atau benda cagar budaya,’’ pungkasnya. (ws hendro, agi/diskominfo).

Jaga terus kesehatan dan jangan racuni tubuhmu dengan narkoba, miras, serta rokok. Tapi bagi kalian yang merokok, jangan beli rokok yang illegal ya. Merugikan negara dan masyarakat. Sebagian dana cukai dari rokok legal dikembalikan kepada masyarakat. Salah satunya, untuk pelatihan keterampilan melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. So, jadi pembeli yang bijak ya.

Artikel Terkait

Masuki Musim Tanam, Disperta Bagikan Pupuk Gratis ke Petani

Masuki Musim Tanam, Disperta Bagikan Pupuk Gratis ke Petani

MADIUN- Meskipun lahan produktif di Kota Madiun terus menyusut lantaran beralih fungsi, tak lantas hal tersebut membuat pemkot setempat mengesampingkan persoalan pertanian. Justru, berbagai upaya guna memaksimalkan produksi optimal di bidang agrikultur terus dikebut....

Don`t copy text!