MADIUN – Musim haji 2018 akan terlaksana mulai Juli mendatang. Segala persiapan pun dilakukan agar para calon jamaah haji (CJH) 2018 bisa menjalankan ibadah dengan tenang di tanah suci. Termasuk, persiapan dari segi kesehatan.

Untuk itu, para CJH yang terdaftar berangkat tahun ini menjalani tes kebugaran jasmani (rockport). Kegiatan dilaksanakan di Lapangan Gulun sejak pukul 06.00. Para jamaah menjalani serangkaian tes dari Dinas Kesehatan dan KB Kota Madiun.

Kasi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga Dinkes dan KB Kota Madiun Suprapto menuturkan, tes meliputi lari keliling lapangan gulun sebanyak empat kali putaran. ‘’Menempuh jarak 1.600 meter,’’ tuturnya.

Tujuan tes lari itu adalah untuk mengukur kesehatan jantung dan paru-paru. Petugas lalu mencatat waktu tempuh dan detak jantung para peserta. Data tersebut nantinya digunakan sebagai acuan untuk menetapkan kebugaran tubuh CJH.

Total, ada 212 CJH yang mengikuti kegiatan tersebut. Suprapto mengatakan, ibadah haji tak sekedar ritual yang membutuhkan kesiapan batin yang matang. Melainkan juga kondisi fisik yang kuat juga diperlukan agar para peserta bisa menjalankan kegiatan dengan nyaman.

‘’Untuk yang mendapatkan hasil tes kurang, mereka mendapatkan rekomendasi latihan seminggu sekali. Yang cukup bisa seminggu empat kali dan yang baik bisa seminggu lima kali atau setiap hari,’’ terangnya.

Lebih lanjut, Suprapto menjelaskan bahwa usia rata-rata CJH tahun ini antara 40-50 tahun. Calon jamaah termuda berusia 30 tahun. Sedangkan, yang tertua berumur 75 tahun. ‘’Harapannya, tidak ada jamaah yang menderita penyakit yang bisa menghambat aktivitas fisik,’’ imbuhnya.

Baca juga:   Siasat Ritual Minum Kopi di Bulan Puasa

Sementara itu, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes dan KB Kota Madiun dr Ismudoko, MMRS menambahkan bahwa sehat dan bugar memiliki makna yang berbeda. Tubuh yang sehat belum tentu bugar. ‘’Pengalaman sebelumnya, jamaah Indonesia mendapatkan tempat yang jauh dari Masjidil Haram. Meski ada kendaraan, belum tentu bisa masuk,’’ ungkapnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinkes dan KB berupaya mempersiapkan kondisi fisik CJH. ‘’Harapannya, di sana tidak ada masalah dan jamaah bisa menjalankan ibadah secara mandiri,’’ tambahnya.

Ismudoko mengatakan, 72 persen CJH Kota Madiun telah memenuhi syarat kesehatan. Sisanya masih kurang. Karena itu, dia mengimbau agar para CJH mengikuti seluruh rangkaian tes kesehatan. Sehingga, mudah memetakan dan mempersiapkan kondisi fisik sebelum keberangkatan. ‘’Yang masih kurang akan tetap dalam pengawasan. Harapannya, jamaah sehat sampai pulang ke tanah air,’’ pungkasnya. (irs)

Jaga terus kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.