PENCAK silat menjadi ciri khas Kota Madiun. Merupakan warisan budaya secara turun-temurun. Tak heran, istilah kampung pesilat mengemuka bagi kota pecel. Regenerasi terus terjaga hingga kini. Tak hanya pria. Namun, juga dari kaum hawa. Seperti Venezia Indra Ghassani yang menjadikan pencak silat sebagai hobi sekaligus pengukir prestasi.

Paras Venezia Indra Ghassani tampak cantik. Dara 22 tahun ini bak bintang film. Selain anggun, dia juga energik. Penuh semangat. Pun, gerakannya cukup lincah. Maklum, dibalik paras cantik itu, Nene –sapaannya- merupakan seorang pendekar. Bukan sekedar ikut-ikutan, dia beberapa kali mengukir prestasi.

‘’Pencak silat itu seperti seni tari. Tidak seseram anggapan orang. Apalagi yang belum tahu mengenai pencak silat,’’ kata Nene.

Silat, kata dia, bermakna ganda. Olahraga sekaligus seni. Gerakan beladiri dalam silat cukup menguras keringat. Tubuh jadi sehat. Disamping itu, gerakan silat juga dinamis dan komplek. Mulai kepala, tangan, badan, dan kaki. Dinamis bagai menari. Tak heran, Nene menyebut pencak silat merupakan seni yang indah. Terkait unsur beladirinya, Nene mengembalikan pada setiap pribadi masing-masing.

‘’Pencak silat mungkin memunculkan anggapan seram kalau digunakan untuk berkelahi dijalanan. Tetapi kalau digunakan untuk keindahan, maka nilai seni-budaya yang terlihat. Tinggal bagaimana orang menerapkannya,’’ ujar peraih juara II Pekan Olah Raga Kota (Porkot) Madiun 2012 itu.

Kala itu, Nene turun dalam kategori seni tunggal Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Putri. Itu merupakan kejuaraan kali pertama yang diikutinya. Seni tunggal menuntut Nene untuk memperlihatkan setiap gerakan pencak silat secara apik. Luwes namun sigap. Gemulai namun mematikan. Dalam kejuaraan pencak silat maupun olahraga bela diri lain memang terbagi dua kategori pada umumnya. Selain seni, juga terdapat kategori tanding. Nene lebih menyenangi seni. Tak heran, jika Nene melihat pencak silat sebagai seni olah tubuh yang indah.

‘’Pencak silat merupakan olah gerak tubuh yang indah. Namun, bisa digunakan untuk bertahan atau menyerang,’’ jelasnya.

Kendati sudah tak aktif berlatih lagi, Nene mengaku masih menerapkan ilmu pencak silatnya yang dia pelajari hingga sekarang. Terutama dalam aktivitas sehari-hari. Mulai pengaturan pernafasan, ketenangan, kesabaran, dan disiplin. Itu, kata dia, baik untuk menyegarkan pikiran dan kebugaran badan. Pun, dapat menjadi obat capek. Tak heran, kebugarannya terus terjaga hingga kini. Ini memberikan keuntungan tersendiri untuk hobinya yang lain. Gadis berambut hitam lurus ini memang menyukai dunia modeling.

Baca juga:   Program Wi-Fi Gratis Dari Pemkot Madiun, Bantu Penjual Ikan Hias

‘’Banyak manfaat yang didapat dari pencak silat. Bukan hanya untuk berjaga diri, tetapi juga menyehatkan,’’ tutur duta wisata Kota Madiun tersebut.

Klik foto untuk memperbesar.

Sebagai duta wisata, Nene pastinya terus mengenalkan potensi Kota Madiun dilingkungan luas. Salah satunya, pencak silat yang menjadi budaya asli Kota Madiun. Mulai pencak silat secara seni bela diri. Namun, juga mengenalkan Kota Madiun sebagai kampung silat dengan sebelas perguruan yang bermarkas di kota pecel. Mempunyai atlet pencak silat laki-laki dan perempuan yang handal. Kegigihannya itu mengantarkan Nene menjadi Miss Indonesia Wakil Jawa Timur 2016 lalu.

‘’Pencak silat ada diberbagai daerah. Tetapi tentunya memiliki ciri khas masing-masing. Seperti di Kota Madiun. Ini merupakan satu warisan budaya leluhur yang luar biasa. Sebagai generasi penerus wajib ikut menjaganya,’’ ungkap gadis yang pernah masuk 15 besar Miss World Indonesia 2016 tersebut.

Nene berharap perempuan Kota Madiun mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya. Namun tidak melupakan kodratnya sebagai perempuan. Menjadi seorang ibu dengan kewajiban mendidik anak dan mengurus rumah tangga. Dengan berpendidikan tinggi, seorang perempuan akan melahirkan generasi penerus yang cerdas. Mampu mengasuh anak-anaknya dengan optimal dengan didasari pendidikan agama, moral, dan akhlak.

‘’Perempuan harus menentukan pilihan, antara fokus berkarier tanpa meninggalkan kewajibannya sebagai ibu atau fokus menjadi ibu rumah tangga untuk mengurus rumah tangganya saja,’’ ujar alumnus Ilmu Komunikasi Unmer Malang yang menjadikan emansipasi perempuan sebagai bahan penelitian mahasiswa berprestasi 2017 itu. (adit/binar/agi/diskominfo)

Jaga terus ketertiban dan keamanan dengan selalu mematuhi aturan. Patuhi juga aturan cukai. Terdapat tiga jenis barang wajib cukai yang beredar di tanah air. Hasil tembakau, etil alkohol, dan minuman mengandung etil alkohol. Cukai merupakan salah satu sumber pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan, berarti turut berkontribusi kepada negara.