MADIUN – Beragam jenis dan model modifikasi kendaraan dalam franchise Fast and Furious seakan menjadi inspirasi mobil idaman bagi Andi Setiawan. Setelah berhasil membeli mobil sendiri pada 2015 lalu, dia langsung merombaknya. Andi berharap, dapat mewujudkan impian memiliki mobil seperti dalam film kesayangannya itu.

Honda Jazz menjadi pilihan Andi untuk mobil pertamanya. Baru keluar dari dealer, pria 29 tahun itu langsung membawa kendaraan roda empat itu ke bengkel modifikasi. ‘’Mesin dikerjakan di Yogyakarta, sementara body-nya dibikin di Surabaya,’’ ungkapnya.

Tak tanggung-tanggung, Andi langsung melakukan perombakan secara ekstrem. Rem, audio, interior, hingga eksterior diubah total. Bahkan, dia berani melakukan teknik wide body. Padahal, kala itu Jazz termasuk mobil keluaran baru. Jarang ada pemiliknya yang mau memodifikasi secara besar-besaran.

Tak hanya itu, cat mobil juga diganti total. Yang awalnya putih menjadi yellow candy tone. lagi-lagi, warna itu dipilih karena masih langka. ‘’Belum ada yang pernah pakai warna itu di kontes mobil,’’ bebernya.

Tak pernah terbayang sebelumnya dalam benak Andi untuk mengikutkan mobilnya dalam kontes. Saat pertama kali membeli kendaraan roda empat, dia hanya punya satu tujuan. Memodifikasi mobil itu jadi cantik tapi juga kencang.

Namun, karena berbagai masukan dari pemilik bengkel modifikasi, Andi pun terjun dalam kontes. Si kuning, julukan mobil Andi, yang berhasil dimodifikasi dalam waktu kurang dari dua bulan itu diikutkan Jazz Brio Tunning Contest 2015 di Surabaya.

Tak disangka, si kuning berhasil menyabet juara King of Jazz Tunning Contest. Yakni, penghargaan tertinggi dalam kontes mobil modifikasi. Selain itu juga, menyabet kategori Killer Paint dan mengalahkan mobil berwarna bunglon yang saat itu selalu menjadi langganan juara.

Baca juga:   Layanan Internet Gratis Pemkot Sentuh Hingga Pinggiran

Berjaya di Surabaya, Andi membawa mobilnya ke Jakarta untuk mengikuti Jazz Brio Tunning Contest Final. Di ibukota, si kuning berhasil menyabet first runner up. Tentu hal tersebut tak pernah disangka-sangka oleh wirausahawan muda itu.

Vakum cukup lama, si kuning kembali mengikuti kontes dalam acara yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informasi di Suncity Desember 2017 lalu. Pada kegiatan itu, dia berhasil meraih kategori best street racing dan best engine body. Sehingga, dinobatkan sebagai King Nominee I.

Meski melakukan perombakan total, ada hal yang tak pernah dilanggar oleh penyuka GTR Skyline dan Toyota Supra itu. Yakni, berkaitan dengan keamanan berkendara. Salah satunya, dengan memilih suku cadang asli. ‘’Takutnya kalau ada apa-apa. Lebih baik menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,’’ ujarnya. Tak hanya itu, data dalam surat kendaraan juga disesuaikan dengan hasil modifikasi.

Andi berharap, dunia kontes mobil modifikasi semakin eksis di Kota Madiun. Selain itu juga menciptakan komunitas-komunitas pecinta mobil modifikasi yang kompak dan saling mendukung. ‘’Dan yang tak kalah penting, selalu mengutamakan keselamatan berkendara,’’ imbuhnya. (irs/madiuntoday)

Jaga terus ketertiban dengan selalu mematuhi aturan. Selalu jaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.