Sebagai pasukan pengamanan NKRI, anggota TNI Angkatan Udara perlu untuk terus meningkatkan dan mengasah kemampuan tempur. Salah satunya dilakukan oleh pasukan Eagle dan Dragon. Di atas ketinggian 2.000 feet, penerbang tempur dari Skadron Udara 15 dan Skadron Udara 3 itu melakukan misi terbang di malam hari.

Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Samsul Rizal S.I.P., MTr (Han) menuturkan, kegiatan tersebut sebagai upaya meningkatkan keahlian dan kemampuan anggota. Terbang malam hari memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Sebab, hanya mengandalkan instrument di dalam cockpit dan jarak pandang yang terbatas.

Dengan mengandalkan visual yang sangat terbatas dan instrument yang ada di cockpit pesawat tempur T-50i Golden Eagle dan F-16 Figthing Falcon, penerbang tempur andalan TNI AU itu terus menempa diri meningkatkan profesiensi guna meraih profesionalisme. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aerodrome Lanud Iswahjudi.

Kegiatan yang dilakukan oleh Eagle dan Dragon itu dimulai dengan briefing terlebih dahulu. Pesawat F-16 Fighting Falcon dari Skadron 3 melaksanakan misi sebanyak delapan sorti. Mereka dipimpin oleh Komandan Skadron Udara 3 Letkol Pnb Yoga Ambara.

Baca juga:   Siswa POMAU Praktek Sweeping di Lanud Iswahjudi

Sementara itu, pesawat T50i Golden Eagle dipimpin oleh Danskadron Udara 15 Letkol Pnb Hendra Supriyadi melaksanakan misi sebanyak 16 sorti. Sebelumnya, misi terbang malam sempat tertunda beberapa bulan karena terkendala cuaca. (irs, foto: Pen Lanud Iswahjudi)

Jaga terus ketertiban dengan selalu mematuhi aturan. Selalu jaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.