MADIUN – Bagi Dentista Queena Arfianti Putri, matematika sudah seperti mata pelajaran favorit. Semangatnya langsung menggebu ketika bersentuhan dengan ilmu hitung tersebut. Berbagai kejuaraan matematika pernah diikutinya. Bukan hanya tingkat nasional. Siswi kelas II SDN 05 Madiun Lor itu tercatat tiga kali mengukir prestasi di kejuaraan internasional. Seperti apa?

WAJAH Dentista Queena Arfianti Putri tampak serius ketika mendengar kata-kata bilangan yang disebutkan ibunya siang itu. Maklum, dia tidak hanya diminta mendengar. Namun, langsung menjumlahkan lima angka puluhan yang disebutkan itu. Tanpa alat hitung. Tanpa kertas untuk menulis.

Sesekali pandangan mata pelajar kelas II itu melirik ke atas tanda berfikir. Jemari kecilnya digerakkan setiap kali satu pasang angka didengar. Menariknya, jawaban langsung diucapkan menyusul bilangan terakhir usai disebutkan. Tidak perlu waktu lama bagi Queena menyelesaikan penjumlahan lima bilangan puluhan tersebut. Jawabannya juga tepat. Penjumlahan angka-angka seakan sudah hafal di luar kepala. Maklum, dia memang juaranya matematika.

‘’Ada beberapa juara nasional. Kalau yang terakhir ini juara tingkat internasional yang ketiga,’’ kata Kus Ariwijayanti, ibunya.

Berbagai kejuaraan matematika pernah diikuti Queena. Mulai yang tingkat daerah, provinsi, nasional, hingga internasional. Terakhir, siswi SDN 05 Madiun Lor tersebut mengikuti Internasional Mathematics Wizard Challenge (IMWIC) di Jakarta awal Mei lalu. Kejuaraan diikuti 566 peserta dari lima negara. Yakni, Indonesia, Filipina, Thailand, Hongkong, dan Makau. Indonesia mengirim 190 peserta dari kelas I hingga X. Termasuk Queena tentunya.

Queena bertarung dengan 89 peserta di tingkat II. Hanya 18 di antaranya berasal dari tanah air. Dia harus menyelesaikan 17 soal isian dan uraian dengan waktu 75 menit. Queena tidak hanya berhasil merebut medali emas di kelasnya. Namun, dia juga meraih predikat the best overall champion lantaran mendapat skor tertinggi. Menariknya, hanya ada tiga pelajar dari Indonesia yang berhasil meraih skor tertinggi tersebut.

Baca juga:   Kiprah Purwantoro Jadi Pelatih SSB SDN Patihan Hingga Terpilih Ikuti Semiloka Kemendikbud

‘’Sempat pesimis karena Queena sempat sakit dua hari saat karantina,’’ ungkap dokter gigi Puskesmas Oro-Oro Ombo tersebut.

Kejuaraan memang tidak hanya menyelesaikan soal yang disodorkan. Peserta wajib menjalani karantina selama seminggu di Bogor. Peserta mendapat banyak pengalaman dan pembelajaran. Mulai materi lomba hingga kedisiplinan dan keagamanaan. Queena terpaksa mendapat perawatan selama dua hari. Beruntung ibunya seorang dokter. Queen dapat sembuh hingga turut lomba.

Gadis pemalu tersebut juga pernah mengikuti dua gelaran lomba tingkat internasional sebelumnya. Namun, dalam bidang sempoa. Yakni, di Jogjakarta pada 2016 dan Malaysia pada 2017 lalu. Queena berhasil meraih grand champion alias predikat terbaik. Predikat ini melebihi juara pertama yang mendapat medali emas.

‘’Kecepatan berhitung Queena memang dari sempoa. Dia sudah bisa perkalian puluhan dengan puluhan tanpa menggunakan alat (sempoa),’’ ujarnya sembari menyebut gagal mengikuti gelaran sempoa kali ketiga lantaran lomba dilaksanakan di Moskow, Rusia.

Kemahiran dibidang ilmu pasti yang dimiliki Queena tidak datang begitu saja. Queena mengikuti empat bimbingan belajar (bimbel) saat ini. Dia bisa berpindah dua tempat bimbel dalam sehari. Bimbel tentang sempoa kali pertama yang diikuti ketika masih taman kanak-kanak. Gayung bersambut, Queena ternyata menyenangi ilmu hitung. Dia malah minta mengikuti bimbel lain sebagai tambahan setelahnya. Kejuaraanpun mulai diikuti sejak pertengahan kelas I. Queen sudah mengemas 96 piala sampai saat ini.

‘’Pernah saya ikutkan les menyanyi dan renang. Hanya diikuti selama tiga kali pertemuan. Mungkin kegemarannya memang di matematika,’’ pungkasnya sembari menyebut tengah bersiap mengikuti Asian Mathematical Olympiad (AMO). (ws hendro/agi/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.