MADIUN – Puasa Ramadan wajib hukumnya bagi umat muslim. Umat Islam wajib menahan diri dari berbagai hal urusan duniawi. Mulai menahan hati, pandangan, bicara, pendengaran, hingga makan dan minum.

Dilarangnya makan dan minum dari seharian ini membuat mulut menghasilkan aroma tak sedap yang lebih dari biasanya. Penyebabnya beragam. Namun, jangan resah. Tentu terdapat beragam cara untuk mengatasinya.

‘’Sebenarnya masalah bau mulut ini tidak hanya pada orang yang berpuasa. Masalah bau mulut ini terkadang juga muncul pada orang yang tidak berpuasa. Hanya, aroma bau mulut ini biasanya lebih terasa pada saat berpuasa,’’ kata dokter Poli Gigi Puskesmas Oro-Oro Ombo drg Kus Ariwijayanti.

Penyebab munculnya bau ini beragam. Salah satunya, berkurangnya volume air liur (saliva) di dalam mulut. Rongga mulut, kata dia, menjadi lebih kering karena tidak ada makanan yang dikunyah dan air yang diminum. Ini menyebabkan produksi air liur sedikit. Padahal, air liur merupakan antiseptik alami.

‘’Kalau produksi air liur sedikit, padahal bakteri yang berkembang banyak. Ini memunculkan aroma tak sedap pada mulut,’’ ungkapnya.

Kebersihan dan kesehatan gigi serta mulut juga berkontribusi munculnya bau ini. Sisa makanan hingga karang gigi contohnya. Sisa makanan ini mempercepat berkembangnya bakteri. Begiru juga dengan karang gigi yang menjadi sarang bakteri. Selain itu, aroma tak sedap dari mulut bisa berasal dari asam lambung yang naik lantaran perut kosong.

‘’Bakteri memicu bau tak sedap ini. Cara mengatasinya juga dengan meneka bakteri dalam mulut,’’ jelasnya.

Ilustrasi membersihkan karang gigi (wshendro – madiuntoday)

Ari menyarankan untuk tetap menjaga kebersihan gigi dan mulut. Bahkan kalau perlu ditingkatkan. Gosok gigi tetap mengedepankan prinsip setelah makan dan sebelum tidur. Namun, tentu waktunya berbeda. Yakni, pada subuh setelah sahur. Gosok gigi juga baik dilakukan setelah makan berbuka. Artinya, sisa makanan wajib bersih.

Baca juga:   Stok Darah Golongan A Menipis

‘’Sisa makanan ini tidak hanya memicu bau mulut. Tapi bisa menyebabkan masalah gigi lain seperti sakit. Kebersihan memang penting,’’ ungkapnya sembari menyebut karang gigi harus dibersihkan ke dokter.

Konsumsi air minum juga harus diperhatikan. Pastikan konsumsi air minum cukup sekitar 1,5-2 liter setiap hari. Tapi, bukan berarti harus minum air beberapa gelas sekaligus. Konsumsi dapat dibagi sebanyak tiga kali. Mulai saat buka puasa, sebelum tidur, dan juga saat sahur. Ini dapat membantu menjaga kondisi mulut supaya tidak kering. Air juga bisa membantu membersihkan sisa makanan yang menempel.

‘’Yang menjadi penyebab utama masalah bau mulut adalah kebiasaan membersihkan gigi dan mulut yang masih belum tepat. Selain rutin menggosok gigi minimal dua kali sehari, baiknya juga perlu menyikat lidah dan melakukan flossing supaya kuman penyebab bau mulut dan plak tidak berkembang biak,’’ pungkasnya sembari menyebut konsumsi buah dan sayur bisa bantu mengusir bau napas tak sedap. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Jaga terus ketertiban dengan selalu mematuhi aturan. Selalu jaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.