MADIUN – Tak terasa, Hari Raya Idul Fitri tinggal 10 hari lagi. Berbagai persiapan dilakukan untuk menyambut hari kemenangan. Tak terkecuali Dinas Perhubungan Kota Madiun yang akan memantau kelancaran arus lalu lintas selama masa mudik lebaran.

Untuk membantu kegiatan itu, Dishub menyiapkan posko pantau di tiga lokasi strategis. Yakni, di Alun-Alun Selatan Kota Madiun, depan Pasar Besar Madiun, dan di Jalan Pahlawan. Tepatnya, di depan Kantor Telkom. ‘’Posisi ini dipilih karena tingkat kemacetan yang lebih tinggi,’’ tutur Kepala Dishub Kota Madiun Ansor Rasidi saat ditemui di kantornya, Selasa (5/6).

Ansor memperkirakan puncak kemacetan akan terjadi pada 8-9 Juni hingga menjelang hari H. Terutama di area Pasar Besar Madiun. Karena lokasi tersebut merupakan pusat perbelanjaan. Begitu pula dengan Jalan Pahlawan.

Sementara untuk pengawasan di Alun-Alun, Dishub tak hanya membuka pos pantau di area Selatan saja. Tetapi juga posko tambahan di sisi utara. ‘’Di sana biasanya terjadi kemacetan karena ada yang parkir di lokasi larangan parkir. Misalnya di depan pendopo. Karenanya kami pasang personel Dishub dan TNI,’’ paparnya.

Total, ada 54 personel Dishub yang diterjunkan untuk pengawasan dan pengendalian jalan, serta sarana dan prasarana. Mereka bekerja dengan sistem shift mulai 8-21 Juni 2018. Pos pantau juga diisi petugas gabungan. Selain Dishub juga ada Satpol PP, TNI/Polri, hingga petugas kesehatan.

Tak hanya itu, Dishub juga menyiapkan manajemen rekayasa perubahan arus untuk menghindari crossing. Salah satunya dengan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memasang median jalan. Baik dengan traffic cone maupun water barrier.

Baca juga:   Reses Hari Kedua, Program Laptop Bagi Siswa Jadi Perhatian Warga

Sejumlah petugas pun ditempatkan pada titik-titik kemacetan lain. Misalnya, di palang pintu kereta api Sukosari, Jalan Gajah Mada, dan Sleko. Beberapa ruas jalan yang biasanya bisa dilewati kendaraan dari dua arah juga berpotensi menjadi satu arah. Seperti di Jalan Delima dan Jalan Dr Cipto. ‘’Kemungkinan H-7 sampai H+5 melihat situasi dan kondisi nanti,’’ imbuhnya.

Selain itu, perubahan durasi traffic light juga mungkin terjadi selama masa mudik Lebaran di Kota Madiun. Salah satunya seperti di Jalan Mayjen Sungkono – Kolonel Marhadi. Meski demikian, perubahan durasi itu situasional jika memang diperlukan.

Untuk daerah perbatasan, Dishub terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian demi kelancaran arus lalu lintas. Mereka juga menyediakan petugas keliling yang akan memantau area Kota Madiun.

Ansor memperkirakan, kepadatan arus lalu lintas di Madiun baru berakhir pada 19-20 Juni ketika masa akhir liburan. Untuk itu, dia mengimbau kepada seluruh jajarannya untuk mempersiapkan tiga hal. Yakni, siap sarana prasarana, siap personel, dan turut mensukseskan mudik/balik gratis.

Tak lupa dia menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk memanfaatkan mudik/balik gratis yang disediakan pemerintah dan menghindari mudik dengan kendaraan pribadi. Khususnya, kendaraan roda dua.

‘’Sebab, berdasarkan angka kecelakaan nasional 70-71 persen adalah kecelakaan kendaraan roda dua,’’ ungkapnya. Apalagi, kecelakaan roda dua selalu mengakibatkan fatalitas tinggi. ‘’Lebih baik gunakan fasilitas mudik gratis atau menggunakan moda transportasi umum,’’ tandasnya. (Dhevit, irs/madiuntoday)

Bagi sahabat MadiunToday yang akan mudik tahun ini, jangan lupa untuk selalu jaga kesehatan jasmani. Terutama, dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.