Kisah Dito, Manfaatkan Berjualan Takjil untuk Belajar Sekaligus Tambah Uang Jajan

Di Posting Oleh madiuntoday

11 Juni 2018

MADIUN – Ramadan bulan penuh berkah. Setidaknya itu juga dirasakan Handityo Nalendra Prusatama. Mahasiswa Unibra ini mendapat banyak berkah dari jualan makanan takjil selama bulan suci tahun ini. Kendati berstatus mahasiswa tak menyurutkan semangatnya berjualan untuk menambah uang jajan.

Warga Jalan Anekasari Kelurahan Rejomulyo, Kartoharjo itu biasa memulai berjualan sekitar pukul 15.30 di kawasan Alun-alun Kota Madiun. Dia berjualan miecool. Minuman yang diminun dengan cara berbeda ini memang banyak digemari. Minuman wajib disantap dengan sumpit. Sebab, jelly sebagai campuran di dalamnya berbentuk memanjang seperti mie. Tak heran, minuman ini serasa makan mie.

‘’Bulan puasa takjil salah satu yang banyak diburu. Kesempatan ini kenapa tidak dimaksimalkan,’’ kata Dito sapaannya.

Dito bukan kali pertama berjualan takjil. Usaha Miecoolnya sudah sejak lima tahun terakhir. Dimulai dari membantu ibunya, Dito mulai berani terjun secara mandiri. Berbagai tempat sudah pernah didatanginya untuk menjajakan minumannya. Mulai Alun-alun, depan kios milik keluarganya di jalan Widosari, hingga areal pasar tumpah di kawasan bunderan Kecamatan Taman. Namun, tentu saja bukan saat puasa.

‘’Sempat mau berhenti juga. Tetapi demi eksistensi miecool saya coba untuk terus. Lumayan bisa untuk tambah uang jajan,’’ ungkapnya.

Berjualan takjil memang tidak semudah yang dibayangkan. Pembeli datang nyaris bersamaan. Puncaknya, satu jam menjelang waktu berbuka. Namanya juga pembeli. Maunya pelayanan yang serba cepat. Dia mengaku seringkali kewalahan. Kendati begitu pantang baginya menyerah.

‘’Dari ini jadi tahu susahnya nyari duit, bisa lebih menghormati orang tua, dan lebih bisa berhemat,’’ jelasnya.

Dito mengaku tak malu kendati berstatus mahasiswa. Sebaliknya, dia merasa terpacu. Dia mengaku bakal terus berjualan paling tidak hingga wisuda nanti atau sebelum mendapat pekerjaan yang sesuai. Namun, tidak menutup kemungkinan bakal terus mengembangkan usahanya.

‘’Prinsipnya harus dicoba dan tidak perlu malu. Siapa tahu nanti menjadi usaha besar. Karena yang besar dimulai dari yang kecil,’’ pungkasnya. (dhevit/agi/madiuntoday)

Nah itu guys, jangan malu untuk berusaha. Status tidak menjamin kesuksesan seseorang. Namun, terus berusaha dan berdoa. Jangan lupa untuk terus jaga kesehatan dan jauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Belilah rokok legal yang membayar cukai. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

Artikel Terkait

Berikut Tips Buang Masker Bekas Agar Tak Berbahaya

Berikut Tips Buang Masker Bekas Agar Tak Berbahaya

MADIUN- Saat ini masker menjadi barang yang paling laris untuk dibeli. Tingginya permintaan berbanding lurus dengan melonjaknya harga jual. Hal itu didasari karena masker memang termasuk alat pelindung diri yang dapat memblokir partikel virus dan bakteri penyebab...

Buka Akses Jembatan Ke Kota Madiun

Buka Akses Jembatan Ke Kota Madiun

Pemerintah Kota Madiun membuka akses sejumlah jembatan yang sebelumnya ditutup. Jembatan yang dibuka antara lain Jembatan Branjangan, Jembatan Sambirejo, Jembatan Ngebrak....

KIM Kota Pendekar Bergerak Bersama Lawan Korona

KIM Kota Pendekar Bergerak Bersama Lawan Korona

MADIUN- Penanganan dan pencegahan untuk menghalau laju penyebaran virus korona terus digalakkan. Seperti yang dilakukan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) melalui mitra binaannya, yakni kelompok informasi masyarakat (KIM). Kepala Diskominfo Kota Madiun,...

Don`t copy text!