MADIUN – Pemudik maupun masyarakat yang merayakan libur lebaran di Kota Madiun dipastikan bakal nyaman. Paling tidak saat berkendara di jalan raya. Selain diberlakukan rekayasa lalu lintas oleh Dinas Perhubungan setempat untuk mengurai kemacetan, jalan di kota pecel sebagian besar dalam kondisi baik. Itu dipastikan langsung Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Madiun Suwarno. Dia menyebut kondisi jalan di Kota Madiun 90 persen lebih dalam kondisi baik.

‘’Pemeliharaan terus kami lakukan. Sampai saat ini lebih dari 90 persen jalan dalam kondisi baik,’’ kata Suwarno, Selasa (12/6/2018).

Suwarno menyebut jalan di Kota Madiun sepanjang 421 kilometer. 90 persen di antaranya dalam kondisi baik. Sedang, sisanya dalam kondisi kurang baik. Kendati begitu pihaknya menyebut jalan masih layak dilewati. Artinya, tidak sampai membahayakan kendati tidak dalam kondisi mulus. Pun, kebanyakan pada jalan sekitar perumahan penduduk.

Pemeliharaan rutin dilakukan. Bahkan, pemeliharaan ditingkatkan menjelang Ramadan dan Lebaran. Tujuannya untuk mengantisipasi lonjakan pengendara di jalan raya. Suwarno menyebut terdapat 50 paket pemeliharaan jalan. Bukan hanya jalan protokol tengah kota. Namun, juga jalan akses antar kelurahan. Tersebar di semua kecamatan.

Baca juga:   2018, Seluruh Warga Kota Madiun Sudah ‘Rekaman’ KTP Elektronik

Kendati begitu, Suwarno menyebut masyarakat tidak perlu khawatir terganggu. Pemeliharaan sudah selesai. Pihaknya, menargetkan pekerjaan selesai sebelum libur lebaran dimulai beberapa hari lalu. Begitu juga dengan pekerjaan lain. Suwarno menyebut semua pekerjaan wajib berhenti bersamaan cuti bersama, Senin lalu.

‘’Kalaupun ada pekerjaan yang masih dikerjaan, kami pastikan itu bukan pekerjaan yang mengganggu lalu lintas jalan,’’ tegasnya. (dhevit/agi/madiuntoday)

Bagi sahabat madiuntoday yang mudik tahun ini, jangan lupa untuk terus jaga kesehatan. Jangan memaksakan diri di jalan raya. Segera beristirahat jika rasa capek melanda. Selain itu, jauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Yakni, rokok polos alias tanpa pita cukai, berpita cukai palsu atau berpita cukai bukan peruntukkannya. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.