Paslon Pilkada Kota Madiun saat Rapat Pleno Terbuka 2018. (wshendro - madiuntoday)

MADIUN – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Madiun tinggal menghitung hari. Sebelum pesta demokrasi itu terlaksana, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Madiun mengingatkan kepada para pasangan calon walikota-wakil walikota untuk segera menyerahkan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK).

Ketua KPU Kota Madiun Sasongko menuturkan, batas akhir penyerahan LPPDK pada 24 Juni 2018 mendatang. Petugas KPU akan menunggu hingga pukul 18.00. “Saya harap semua sudah terkumpul sebelum jam 4 sore,” tuturnya.

Hal ini sesuai dengan surat KPU RI nomor: 576/PL.01.6-SD/03/KPU/VI/2018 tanggal 12 Juni 2018 yang ditandatangani oleh Ketua KPU RI Arief Budiman. Yakni, pasangan calon diminta untuk taat menyerahkan LPPDK sesuai pasal 34 ayat (1) dan (2) PKPU 5 Tahun 2017 tentang Dana Kampanye.

Terlambat Lapor Dana Kampanye, Paslon Bisa Kena Diskualifikasi. (wshednro – madiuntoday)

Sasongko menegaskan, pasangan calon walikota dan wakil walikota yang terlambat menyerahkan LPPDK kepada KPU akan dikenakan sanksi. Yakni, berupa pembatalan sebagai pasangan calon. Sehingga, tidak dapat berlaga dalam pilkada 27 Juni mendatang.

“Maka dari itu kami mengingatkan dan menginformasikan kepada paslon agar tidak menimbulkan permasalahan ke depan,” ujarnya.

Tak hanya itu, Sasongko juga mengimbau kepada tim sukses pasangan calon untuk mematuhi aturan. Salah satunya dengan melepas atribut kampanye selama masa tenang. Mulai dari spanduk, baliho, poster, hingga stiker. “Semua harus bersih. Termasuk yang di warung-warung. Timses harap mengimbau pemilik warung untuk melepas atribut kampanye apapun,” paparnya.

Baca juga:   Walikota Ajak Pemilih Pemula Berpartisipasi dalam Pemilu 2019

Sementara itu, debat publik putaran kedua akan dilaksanakan hari ini, Kamis (21/6), pukul 20.00. Ketua Panwaslu Kota Madiun Kokok Heru Purwoko mengimbau kepada timses dan pendukung pasangan calon untuk mematuhi aturan. “Yang mendapat undangan untuk melihat debat secara langsung diharapkan bisa menjaga ketertiban. Tidak berteriak saat paslon berbicara dan tidak melakukan hal yang aneh-aneh,” tegasnya.

Selain itu, bagi pendukung yang tidak mendapatkan undangan diminta untuk tidak datang ke lokasi acara. Debat publik bisa disaksikan secara live melalui kanal Fanpage resmi Pemerintah Kota Madiun, madiuntoday.id, Suara Madiun, RRI, dan Sakti TV. (WS Hendro, irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dan jauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.