Seleksi penerimaan taruna-taruni telah memasuki tahap pra pantukhir.

MADIUN – Sementara proses pendaftaran bintara masih berlangsung, seleksi penerimaan taruna-taruni telah memasuki tahap pra pantukhir. Yakni, tes pra panitia pemantauan terakhir.

Sebanyak 34 calon siswa taruna-taruni mengikuti sidang pra pantukhir. Kegiatan tersebut dilaksanakan di ruang rapat markas Lanud Iswahjudi. Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Samsul Rizal, S.I.P.,MTr (Han) memimpin langsung sidang tersebut.

34 calon siswa tersebut terdiri atas 32 taruna dan 2 orang taruni. Setelah lulus penilaian, berikutnya mereka akan dikirim untuk mengikuti seleksi di tingkat pusat. Tepatnya, di Akademi Angkatan Udara (AAU). ‘’Setelah dinyatakan lulus, calon siswa masih akan bersaing dengan calon siswa dari daerah lain,’’ tutur Kepala Dinas Personel Lanud Iswahjudi Kolonel Nav Saeful Rakhmad.

Sejak dibuka pada Bulan Mei lalu, total pendaftar taruna-taruni mencapai 112 orang. Sebelum pantukhir daerah (pantukhirda), setiap calon taruna dan taruni menjalani beberapa tes. Antara lain, tes renang gaya katak dengan jarak minimal 25 meter. Juga, tes Samapta A lari sejauh 2.400 meter yang diukur dengan waktu tercepat. Selain itu ada pula tes Samapta B terdiri atas pull up 8 kali, push up 43 kali, sit up 43 kali, dan suttle run di bawah 20 detik.

Baca juga:   Maksimalkan Pelayanan Pada Masyarakat, Pemkot Tambah 392 Titik PJU Baru

112 calon siswa yang terdiri atas 96 taruna dan 16 taruni itu juga menjalani tes akademik, tes kesehatan I dan II, screening POM, tes psikologi, serta tes MI (Mental Idiologi) oleh tim dari intelijen. Setelah menjalani berbagai seleksi, akhirnya terpilih 34 siswa yang mengikuti pra pantukhirda.

Selanjutnya, calon taruna-taruni terpilih akan menempuh pendidikan selama 4 tahun. Setelah lulus, mereka akan dilantik oleh Presiden RI sebagai perwira baru dengan pangkat letnan dua. (irs, foto : Pen Lanud Iswahjudi/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.