Petugas membantu peserta PPDB SD (wshendro - madiuntoday).

MADIUN – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SD dan SMP dibuka hari ini, Selasa (3/7). Sama seperti tahun sebelumnya, proses pendaftaran dilakukan secara online. Meski demikian, ada sedikit perbedaan dalam sistem zonasi. Apa itu?

Ya, tahun ini Pemkot Madiun menerapkan sistem zonasi per kecamatan pada proses PPDB SD. Yakni, zona Taman, Manguharjo, dan Kartoharjo. Para peserta akan dibedakan berdasarkan kecamatan tempat tinggalnya.

‘’Peserta yang memilih sekolah sesuai kecamatan tempat tinggalnya berarti termasuk dalam zona. Sedangkan, yang memilih sekolah di luar kecamatannya termasuk luar zona,’’ tutur Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun Heri Wasana.

Meski diberlakukan sistem zonasi, para peserta mendapat kebebasan untuk memilih SD di dalam maupun luar zona. Namun, dengan prosentase penerimaan yang berbeda. Bagi peserta yang memilih sekolah di dalam zona memiliki kesempatan 90 persen diterima. Sedangkan, yang memilih di luar zona hanya dibatasi lima persen saja.

Peserta PPDB SD juga mendapatkan kesempatan untuk mengganti pilihannya sebelum proses pendaftaran ditutup. Kesempatan diberikan hingga dua kali. ‘’Ganti pilihan tidak perlu cabut berkas, tinggal menghubungi operator lalu minta diganti,’’ terang Heri.

Baca juga:   Rangkaian PPDB TK, SD, SMP Jalur Prestasi Mulai Besok

Hal sedikit berbeda berlaku pada PPDB SMP. Sistem zonasi yang diterapkan adalah dalam dan luar kota. sehingga, seluruh lulusan SD yang masuk KK dalam kota dapat memilih SMP manapun di Kota Madiun. ‘’Tentunya disesuaikan dengan memperhatikan nilainya,’’ imbuh Heri.

Baik PPDB SD maupun SMP, masing-masing peserta bisa memilih tiga sekolah. Yakni, pada pilihan 1, pilihan 2, dan pilihan 3. Namun, bagi peserta PPDB SMP yang ingin mengganti pilihannya masih diberi kesempatan satu kali sebelum pendaftaran ditutup.

Pemberlakuan sistem zonasi, lanjut Heri, diharapkan dapat meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan di Kota Madiun. Selain itu juga pemerataan jumlah siswa di masing-masing sekolah. ‘’Sehingga tidak ada lagi sekolah yang lebih dominan, semua sama,’’ tandasnya. (WS Hendro, irs/madiuntoday)

Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.