prodi D-IV Teknik Perkeretaapian di Politeknik Negeri Madiun dibuka. (dhevit - madiuntoday)

MADIUN – Kota Madiun semakin memantapkan diri sebagai pusat pengembangan kereta api di Indonesia. Rencana Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M. Nasir untuk membuka program studi yang fokus mempelajari perkeretaapian benar-benar terwujud. Mulai Senin (9/7), penerimaan mahasiswa baru (PMB) prodi D-IV Teknik Perkeretaapian di Politeknik Negeri Madiun dibuka.

Proses pendaftaran dilakukan dengan sistem online. Meski demikian, PNM menyediakan panitia khusus untuk membantu calon mahasiswa baru yang ingin mendaftar melalui kampus. Jam operasional pukul 08.00-15.00. ‘’Sabtu dan Minggu tetap buka khusus untuk yang mendaftar di prodi ini,’’ tutur Ketua Panitia PMB PNM Achmad Aminudin, MT, Jumat (6/7).

Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi peserta antara lain lulusan SMA/MA sederajat bidang IPA. Untuk SMK/MAK sederajat, jurusan yang bisa mengikuti pendaftaran ini adalah Teknologi dan Rekayasa / Teknologi Informasi dan Komunikasi, Teknik Elektro, Teknik Listrik, Komputer, Informatika, Mekatronika, Perkeretaapian, Teknik Mesin, Teknik Otomotif, Otomotif Mesin, dan Teknik Industri.

Persyaratan lainnya, usia maksimal 21 tahun per 1 September 2018, berbadan sehat, dan tidak buta warna. Selain itu, peserta juga diminta untuk menyerahkan surat keterangan dari dokter yang menyatakan bebas narkoba.

Setelah mendaftar, peserta akan menghadapi beberapa tes sebelum benar-benar diterima. Yakni, tes tulis pada 17 Juli. Materi yang diujikan adalah Matematika, Fisika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Kemudian, tes wawancara dan tes kesehatan.

Udin, sapaan Achmad Aminudin, menuturkan bahwa PNM menerapkan sistem yang lebih selektif pada PMB prodi Teknik Perkeretaapian. Selain karena prodi baru, hal ini juga sesuai dengan mandat dari Kemenristekdikti. ‘’Mahasiswanya nanti disebut sebagai taruna kereta api. Karena itu, ada tes fisik juga,’’ imbuhnya.

Baca juga:   Gubernur Jatim Tawarkan 1.800 Beasiswa Pelatihan Digital Bagi Milenial

Sementara itu, Kepala Bagian Umum dan Akademik PNM Suluh Argo Pambudi, S.T, M.Kom, menjelaskan bahwa mahasiswa Teknik Perkeretaapian disiapkan sebagai tenaga profesional untuk mendukung perkembangan teknologi kereta api. ‘’Terutama dari segi teknisnya,’’ ujar Suluh.

Untuk itu, PNM pun melakukan beberapa persiapan. Salah satunya, mengirim tenaga pengajar mereka untuk pelatihan khusus bidang perkeretaapian di Cina. Selain itu, mereka juga memanfaatkan pengajar profesional dari PT INKA.

Saat ini, PNM pun sedang dalam proses pengadaan laboratorium khusus kereta api. Sehingga, proses belajar mengajar para mahasiswa akan semakin efektif.

Terkait biaya pendidikan, PNM mematok uang kuliah tunggal (UKT) Rp 3.250.000 per semester. Sedangkan, uang pangkalnya Rp 7,5 juta. Meski demikian, para mahasiswa masih berkesempatan untuk mendapatkan berbagai beasiswa pendidikan. ‘’Semakin banyak beasiswa semakin baik. Kami juga berupaya mencarikan beasiswa untuk anak didik kami,’’ terang Suluh.

Khusus anak daerah Kota Madiun, ada beasiswa khusus bagi yang mendaftar dalam Prodi Teknik Perkeretaapian. ‘’Pemkot dan PNM sudah MoU terkait beasiswa untuk mendorong anak daerah mengambil program ini,’’ tandasnya. (Dhevit, irs/madiuntoday)

Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.