Walikota sengaja meninjau langsung gelaran dopari. (wshendro - madiuntoday)

MADIUN – Dongeng Pagi Hari (Dopari) SDN 02 Mojorejo Kota Madiun bersiap menuju top 40 inovasi terbaik tahun ini. Segala persiapan dilakukan. Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto bersama tim bakal bertolak ke Jakarta, Rabu (18/7/2018). Walikota bakal mempresentasikan Dopari dihadapan tim penguji dari Kementerian PAN-RB.

‘’Ini inovasi yang bagus dan terbukti memberikan manfaat positif. Patut mendapat apresiasi,’’ kata walikota.

Walikota sengaja meninjau langsung gelaran dopari. Bukan hanya melihat, walikota sengaja mengobservasi inovasi dari SDN 02 Mojorejo tersebut. Itu penting sebagai bahan presentasi dihadapan penguji nanti. Walikota mengaku sudah mendapatkan gambaran secara utuh dengan melihat proses dopari dari awal hingga akhir.

‘’Dopari ini tidak sekedar mendongeng. Tetapi juga menanamkan karakter pada siswa. Menurut saya ini cara yang efektif,’’ imbuhnya.

Apalagi, terdapat komunikasi dua arah dalam dopari. Sebab, pendongeng juga memberikan pertanyaan seusai bercerita. Mereka yang berhasil menjawab diberikan bintang penghargaan. Pendidik juga menilai peserta secara karakter. Mulai sikap hingga antusiasme. Peserta mendapat pin khusus. Pin ini wajib dipakai saat gelaran dopari. Namun, bisa sewaktu-waktu diminta jika penilaian menurun.

‘’Artinya apa, peserta juga berpacu untuk semakin baik. Ini merupakan terobosan yang bagus,’’ ungkapnya.

Perjalanan dopari hingga menembus Top 99 Sosialisasi Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) tingkat nasional cukup panjang. Tampil sebagai terbaik kedua inovasi tingkat provinsi, dopari berhak melaju ketingkat nasional. Terdapat tiga ribu lebih inovasi yang masuk. Dopari berhasil masuk top 99. Sebelumnya, dopari juga mewakili Kota Madiun dalam temu inovasi tingkat Jawa Timur.

Baca juga:   Baznas Jemput Bola Demi Wujudkan Pelajar Cendekia

Dhelly Sari, Pendidik SDN 02 Mojorejo menyebut ide dopari berawal dari permasalahan yang mengemuka di sekolah. Salah satunya, tingkat kenakalan peserta didik di kelas. Dhelly menyebut ada beberapa siswa yang kerap usil. Seringkali berulah hingga membuat miris di hati. Selain itu, tingkat kedisiplinan dan minat baca siswa juga berkurang. Itu dibuktikan dari masih adanya siswa yang terlambat. Perpustakaan juga jarang dikunjungi. Artinya, minat baca siswa kurang.

‘’Dari itu, kami mencoba menanamkan karakter baik dengan cara lain. Dongeng kami nilai tepat untuk itu. Dopari juga untuk meningkatkan kecintaan anak terhadap dongeng,’’ jelasnya.

Dopari bukan sekedar menyampaikan cerita. Namun, terkandung banyak pesan dibaliknya. Mulai kejujuran, tolong menolong, dermawan, rendah hati, dan sifat-sifat budi pekerti lain. Dongeng sengaja dipilih lantaran adanya unsur kedekatan antara peserta didik dengan pendidik.

‘’Ketika berdongeng bukan hanya menyampaikan cerita. Tetapi terdapat komunikasi yang lebih mendalam dari guru kepada murid dan sebaliknya. Kedekatan terjalin karena pesan tersampaikan dari hati,’’ pungkasnya sembari menyebut peserta didik diminta kembali menuliskan cerita yang didengar usai Dopari. (ws hendro/agi/madiuntoday).

Jaga terus ketertiban dengan selalu mematuhi aturan. Selalu jaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.